Motivator Pilihan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Bahagia itu rezeki.
Sehat itu rezeki.
Mau hidup bahagia dan terhindar dari berbagai macam penyakit? Salah satu resepnya adalah memiliki pasangan (suami atau istri) yang tidak menyebalkan. Dengan kata lain, memiliki pasangan yang menyenangkan alias menentramkan.
Penelitian terkait hal ini digelar oleh Dr Bill Chopik dari Michigan State University, terhadap 2.000 pasangan selama 6 tahun. Para responden diminta terus-menerus melaporkan mengenai kondisi kebahagiaan dan kesehatan mereka.
Sebelumnya, riset bertajuk Novel Links Between Troubled Marriages, yang dihelat oleh Lisa Jaremka juga mengungkapkan perihal yang serupa. Hidup bahagia dan sehat salah satunya disebabkan oleh pasangan yang menyenangkan. Anda boleh menyebutnya, menentramkan.
Begitu tahu fakta ini, mungkin sebagian kita berusaha untuk 'mencari' pasangan yang ideal. Tentu, itu penting. Tapi, yang lebih penting lagi adalah 'menjadi' pasangan yang ideal. Ya, mulai dari diri kita. Sekiranya kita sudah memulai, insya Allah akan dipertemukan. Tak perlu sampai 'mencari-cari'.
Saya yakin Anda paham apa yang saya maksudkan. Siap?
Motivator Pilihan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Tampilkan postingan dengan label Motivator Bisnis Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Bisnis Online. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 Mei 2017
Motivator Pilihan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Minggu, 07 Mei 2017
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia
Memulai, perlu keberanian.
Membesarkan, perlu ilmu.
Itulah kuncinya dalam bisnis.
Ini pesan penting buat teman-teman entrepreneur. Sebagian mungkin bertanya-tanya, "Maksudnya gimana sih?"
Begini. Agar bisnisnya membesar, belajarlah mengelola bisnis. Dengan belajar, risiko-risiko bisnis dapat ditekan.
Aktivitas-aktivitas bisnis pun menjadi lebih efisien dan lebih efektif. Apalagi kita sama-sama tahu, saat ini marketing, inovasi, dan SDM perlu dirancang dengan cermat, nggak bisa lagi pakai ilmu yang sekadarnya.
Memang, berani memulai atau berani action itu perlu. Mutlak. Tapi, maaf, ini saja nggak cukup. Perlu ilmu. Perlu perencanaan. Terutama untuk mengelola bisnis dan membesarkan bisnis.
Kalau coba-coba sendiri alias sekadarnya, malah lebih menguras waktu dan uang. Itulah yang dulu saya alami. Karena itulah sekarang saya menyarankan teman-teman untuk selalu belajar. Baca buku. Ikut seminar. Ikut coaching.
Mengelola SDM, misalnya. Ini tidak mudah. Perlu ilmu. Richard Brandson, seorang entrepreneur asal Britania Raya, pernah mengatakan bahwa aset paling berharga dalam sebuah organisasi adalah para manusianya. Dalam konteks perusahaan, tentu saja yang dimaksud di sini adalah para karyawan.
Mereka harus diberi penghargaan. Bukan sekedar pengupahan. Mereka harus diberi pembinaan. Bukan sekedar pelatihan. Lagi-lagi, ini soal ilmu. Owner dan manajemen yang tidak berilmu akan kehilangan tim terbaiknya. Lha, siapa yang mau dipimpin oleh orang yang tidak berilmu?
Begitulah, belajar. Mudah-mudahan mengundang percepatan bagi bisnisnya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia
Memulai, perlu keberanian.
Membesarkan, perlu ilmu.
Itulah kuncinya dalam bisnis.
Ini pesan penting buat teman-teman entrepreneur. Sebagian mungkin bertanya-tanya, "Maksudnya gimana sih?"
Begini. Agar bisnisnya membesar, belajarlah mengelola bisnis. Dengan belajar, risiko-risiko bisnis dapat ditekan.
Aktivitas-aktivitas bisnis pun menjadi lebih efisien dan lebih efektif. Apalagi kita sama-sama tahu, saat ini marketing, inovasi, dan SDM perlu dirancang dengan cermat, nggak bisa lagi pakai ilmu yang sekadarnya.
Memang, berani memulai atau berani action itu perlu. Mutlak. Tapi, maaf, ini saja nggak cukup. Perlu ilmu. Perlu perencanaan. Terutama untuk mengelola bisnis dan membesarkan bisnis.
Kalau coba-coba sendiri alias sekadarnya, malah lebih menguras waktu dan uang. Itulah yang dulu saya alami. Karena itulah sekarang saya menyarankan teman-teman untuk selalu belajar. Baca buku. Ikut seminar. Ikut coaching.
Mengelola SDM, misalnya. Ini tidak mudah. Perlu ilmu. Richard Brandson, seorang entrepreneur asal Britania Raya, pernah mengatakan bahwa aset paling berharga dalam sebuah organisasi adalah para manusianya. Dalam konteks perusahaan, tentu saja yang dimaksud di sini adalah para karyawan.
Mereka harus diberi penghargaan. Bukan sekedar pengupahan. Mereka harus diberi pembinaan. Bukan sekedar pelatihan. Lagi-lagi, ini soal ilmu. Owner dan manajemen yang tidak berilmu akan kehilangan tim terbaiknya. Lha, siapa yang mau dipimpin oleh orang yang tidak berilmu?
Begitulah, belajar. Mudah-mudahan mengundang percepatan bagi bisnisnya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia
Kamis, 04 Mei 2017
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Sewaktu kecil, saya sangat dekat sama nenek saya. Anak nenek, kata orang. Ini semacam istilah anak mami.
Pembalap F1, Rio Haryanto, juga kadang-kadang disebut anak mami. Disebut begitu lantaran dekat sama ibunya.
Cristiano Ronaldo pun terkenal dekat dengan ibunya. Ia sempat memberikan kejutan kepada ibunya. Nggak main-main, ketika ibunya berulang tahun pada 31 Desember 2015, Ronaldo menghadiahkan sebuah mobil Porsche Boxster berwarna putih!
Disebut anak mami, emang napa? Satu temuan dari Grant Study, Harvard University, justru menunjukkan ‘anak mami’ memiliki potensi sukses lebih besar ketimbang mereka yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan ibunya. Nah lho!
Studi tersebut memaparkan 'anak mami' secara konsisten dan persisten mengalami peningkatan karier dan income. Sedangkan pria yang selalu bersitegang dengan ibunya, jarang mendapatkan promosi jabatan bahkan sering mandek!
Pria yang harmonis dan berbakti sama ibunya diketahui beroleh gaji bulanan yang lebih tinggi. Selain itu, risiko terjangkit dementia saat mencapai masa lansia, disinyalir sangat rendah. Keren ya, berbakti itu ternyata menyukseskan juga menyehatkan!
Btw, benarkah penelitian ini? Grant Study adalah penelitian terkait hubungan orangtua dan anak paling lama dalam sejarah ilmu psikologi. Bermula tahun 1938 dan masih berjalan hingga sekarang. Studi ini digelar 2 tahun sekali, dengan meneliti kehidupan 200-an mahasiswa pria di Harvard University, sewaktu mereka masih kuliah, lulus, dan bekerja.
Menurut YourTango.com pula, pria yang berlabel 'anak mami' rupa-rupanya cenderung lebih setia, lebih empati, lebih bertanggung-jawab, dan lebih menghormati wanita. Jadi, nggak usah risih disebut 'anak mami'. Hehehe. Asal nggak cengeng saja.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Sewaktu kecil, saya sangat dekat sama nenek saya. Anak nenek, kata orang. Ini semacam istilah anak mami.
Pembalap F1, Rio Haryanto, juga kadang-kadang disebut anak mami. Disebut begitu lantaran dekat sama ibunya.
Cristiano Ronaldo pun terkenal dekat dengan ibunya. Ia sempat memberikan kejutan kepada ibunya. Nggak main-main, ketika ibunya berulang tahun pada 31 Desember 2015, Ronaldo menghadiahkan sebuah mobil Porsche Boxster berwarna putih!
Disebut anak mami, emang napa? Satu temuan dari Grant Study, Harvard University, justru menunjukkan ‘anak mami’ memiliki potensi sukses lebih besar ketimbang mereka yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan ibunya. Nah lho!
Studi tersebut memaparkan 'anak mami' secara konsisten dan persisten mengalami peningkatan karier dan income. Sedangkan pria yang selalu bersitegang dengan ibunya, jarang mendapatkan promosi jabatan bahkan sering mandek!
Pria yang harmonis dan berbakti sama ibunya diketahui beroleh gaji bulanan yang lebih tinggi. Selain itu, risiko terjangkit dementia saat mencapai masa lansia, disinyalir sangat rendah. Keren ya, berbakti itu ternyata menyukseskan juga menyehatkan!
Btw, benarkah penelitian ini? Grant Study adalah penelitian terkait hubungan orangtua dan anak paling lama dalam sejarah ilmu psikologi. Bermula tahun 1938 dan masih berjalan hingga sekarang. Studi ini digelar 2 tahun sekali, dengan meneliti kehidupan 200-an mahasiswa pria di Harvard University, sewaktu mereka masih kuliah, lulus, dan bekerja.
Menurut YourTango.com pula, pria yang berlabel 'anak mami' rupa-rupanya cenderung lebih setia, lebih empati, lebih bertanggung-jawab, dan lebih menghormati wanita. Jadi, nggak usah risih disebut 'anak mami'. Hehehe. Asal nggak cengeng saja.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan Bidadari Ramadhan, siapakah dia? Impian pribadi, target ...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di ...





