Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan
Pernahkah Anda membayangkan hidup sampai di usia 100 tahun?
Dr Shigeaki Hinohara BUKAN dokter biasa. Dia adalah aset nasional Jepang. Lahir tahun 1911, meninggal tahun 2017 di usia 106. Dia salah satu pendidik tertua dan terlama di dunia. Dia telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya mega-bestseller "Living Long, Living Good" yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.
Ia menawarkan cara sehat dan cara bahagia yang LEBIH menyegarkan, yang berbeda dengan cara-cara pada umumnya. Salah satu pesannya, "Energi berasal terutama dari perasaan yang baik. Ya, perasaan yang baik."
Btw, positive thinking dan positive feeling ini juga diterapkan oleh pasangan selebriti Arie Untung dan Fenita Arie dalam keseharian mereka. Olahraga, harus. Supplement, harus. Tidur teratur, harus. Makan teratur, harus. Tapi perasaan yang baik juga harus.
Seperti yang teman-teman tahu, saya sering mengadakan seminar. Menjelang acara, biasanya saya berusaha berpikir yang baik-baik. Berlangsung lancar, bermanfaat, dan berkah. Itulah doa dan harapan saya. Saya pun mengajak tim saya untuk mendoakan dan mengharapkan hal serupa.
Setiap pikiran itu adalah doa. Ya, doa. Kenapa? Karena saat akal kita FOKUS pada sesuatu, maka kita sedang menghadirkan suatu realita. Tak sedikit orang yang mengeluh, doanya tidak dikabulkan Tuhan.
Padahal ia sudah berdoa dan beramal, eh tetap saja tidak dikabulkan oleh Tuhan. Sebenarnya, maaf, ini adalah sebuah prasangka yang jahat kepada Tuhan. Sebab Tuhan selalu mengabulkan doa yang kita ucapkan.
Sewaktu akal kita berpikir, serius dan fokus pada sesuatu, ia memiliki daya yang sangat kuat untuk memohon kepada Allah. Akhirnya terkabul. Makbul. Allah-lah yang berfirman “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan!”
Ada beragam hikmah dan jawaban tentang doa yang tidak terkabul. Mungkin belum saatnya, mungkin tinggal menunggu saja, mungkin diganti yang setara, mungkin masih banyak dosa, mungkin disimpan untuk akhirat, dan lain-lain. Intinya, kita harus selalu positive thinking terhadap doa yang kita ucapkan.
Hal lain. Ada pula orang berdoa hanya di lisannya saja, berbeda dengan pikirannya. Bahkan kontra. Contoh, orang yang berdoa agar hidupnya kaya, namun akalnya fokus pada kemiskinan dan utang. Siang-malam kepikiran soal kemiskinan dan utang.
Ada ketidakcocokan antara lisan dan fokus pikirannya. Doa yang terkabul adalah doa yang selaras antara lisan dan fokus pikirannya. Yang Maha Kuasa pun berfirman, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” Maka, sangkalah yang baik-baik.
Ingat, positive thinking bukan saja menyehatkan dan membuat kita panjang umur, tapi juga menyukseskan. Sangat sukses. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Indonesia Pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Indonesia Pilihan. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2018
Senin, 11 Juni 2018
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
#Lebaran, tinggal menghitung hari.
Sebagian nunggu hilal.
Yang lain nunggu halal.
Sebagian mikir THR.
Yang lain mikir 'THR'.
Tunangan Hari Raya.
Sebagian mengucapkan 'mohon maaf lahir batin'. Yang lain mengucapkan 'mohon nafkah lahir batin'. Hehehe...
Tapi kali ini saya tidak sedang membahas soal jodoh. Sama sekali tidak. Melainkan membahas soal mudik dan Lebaran. Boleh saya menyarankan sesuatu? Bagi teman-teman yang mudik, segeralah kembali.
"Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya (saat bepergian, termasuk mudik), hendaklah ia segera kembali kepada keluarganya," HR Bukhari. Demikianlah pesan Nabi Muhammad.
Satu tradisi yang sulit dipisahkan ketika mudik dan Lebaran adalah hidangan ketupat. Saya yakin Anda dan kita semua sering menyantapnya. Ngomong-ngomong soal ketupat, apa saja hikmahnya?
Ketupat (kupat) sebagai tradisi Muslim di nusantara saat Lebaran, diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Dan lazimnya, kupat dihidangkan dengan lauk bersantan (santen) atau “kupat santen” yang mengisyaratkan “kulo lepat, nyuwun ngapunten.”
Terjemahnya, saya salah mohon dimaafkan. Keren ya? Di sisi lain, kupat juga dapat dijabarkan sebagai “laku papat” atau empat tindakan, yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Maksudnya?
- Lebaran berasal dari kata “lebar”. Artinya selesai. Ini mengisyaratkan telah selesai menjalani ibadah puasa. Ini pula yang disampaikan oleh MA Salmun (1954).
- Luberan berasal dari kata “luber”. Artinya meluap atau melimpah. Ini mengisyaratkan semangat berbagi dalam bentuk zakat dan sedekah.
- Leburan, berasal dari kata “lebur”. Artinya melebur atau menghilangkan. Ini mengisyaratkan dileburnya dosa karena saling bermaafan.
- Laburan berasal dari kata “labur”. Artinya memutihkan dinding rumah. Ini mengisyaratkan bersihnya lahir dan batin.
Ini tradisi yang indah, penuh hikmah, dan penuh berkah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat. Boleh di-share.
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
#Lebaran, tinggal menghitung hari.
Sebagian nunggu hilal.
Yang lain nunggu halal.
Sebagian mikir THR.
Yang lain mikir 'THR'.
Tunangan Hari Raya.
Sebagian mengucapkan 'mohon maaf lahir batin'. Yang lain mengucapkan 'mohon nafkah lahir batin'. Hehehe...
Tapi kali ini saya tidak sedang membahas soal jodoh. Sama sekali tidak. Melainkan membahas soal mudik dan Lebaran. Boleh saya menyarankan sesuatu? Bagi teman-teman yang mudik, segeralah kembali.
"Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya (saat bepergian, termasuk mudik), hendaklah ia segera kembali kepada keluarganya," HR Bukhari. Demikianlah pesan Nabi Muhammad.
Satu tradisi yang sulit dipisahkan ketika mudik dan Lebaran adalah hidangan ketupat. Saya yakin Anda dan kita semua sering menyantapnya. Ngomong-ngomong soal ketupat, apa saja hikmahnya?
Ketupat (kupat) sebagai tradisi Muslim di nusantara saat Lebaran, diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Dan lazimnya, kupat dihidangkan dengan lauk bersantan (santen) atau “kupat santen” yang mengisyaratkan “kulo lepat, nyuwun ngapunten.”
Terjemahnya, saya salah mohon dimaafkan. Keren ya? Di sisi lain, kupat juga dapat dijabarkan sebagai “laku papat” atau empat tindakan, yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Maksudnya?
- Lebaran berasal dari kata “lebar”. Artinya selesai. Ini mengisyaratkan telah selesai menjalani ibadah puasa. Ini pula yang disampaikan oleh MA Salmun (1954).
- Luberan berasal dari kata “luber”. Artinya meluap atau melimpah. Ini mengisyaratkan semangat berbagi dalam bentuk zakat dan sedekah.
- Leburan, berasal dari kata “lebur”. Artinya melebur atau menghilangkan. Ini mengisyaratkan dileburnya dosa karena saling bermaafan.
- Laburan berasal dari kata “labur”. Artinya memutihkan dinding rumah. Ini mengisyaratkan bersihnya lahir dan batin.
Ini tradisi yang indah, penuh hikmah, dan penuh berkah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat. Boleh di-share.
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
Minggu, 10 Juni 2018
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal
Sabtu yang lalu, pas saya buka puasa di rumah Pak Chairul Tanjung, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin memberikan wejangan-wejangan bisnis untuk seluruh tamu. Mau tahu apa nasihatnya? Simak saja tulisan berikut.
Sambil tersenyum, beliau menjelaskan, "Muslim sekarang jarang yang ngerti syariat, jarang yang ngerti muamalah. Repotnya, kalau sudah ngerti, malah nggak punya bisnis." Kami pun tertawa mendengarnya, karena itu ada benarnya.
Padahal 9 dari 10 bagian kehidupan (pintu rezeki) berada di perniagaan. Banyak Muslim yang belum ngeh soal ini. Perlu contoh?
Industri makanan dan minuman yang bersertifikat halal bernilai 415 triliun dolar AS. Menurut OKI, ternyata 8 dari 10 pemasok daging halal global terbesar adalah negara-negara mayoritas Non-Muslim, dengan Brasil, Australia dan India yang berada di peringkat tiga teratas.
Ini kan ironis. Ke mana Muslim-nya?
Sewaktu saya 4 kali berkunjung ke Jepang, saya melihat beberapa restoran di sana mendapat sertifikasi halal dari Thailand. Bayangkan, dari Thailand, bukan dari Indonesia. Sepertinya kita kalah cepat sama Thailand.
Seorang peserta seminar pernah bertanya kepada saya, "Mungkinkah seorang Muslim bisa sukses besar dalam bisnisnya?" Menurut saya, pertanyaan ini tidak perlu ditanyakan. Ya, tidak perlu ditanyakan. Bisa insya Allah.
Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.
Rezeki mah udah ada yang ngatur. Itu betul. Tapi, tetap saja perlu kesungguhan dalam menjemput rezeki, apalagi rezeki yang besar. Betul apa betul? Soal ini saya yakin Anda setuju dengan saya.
Begini. Saya mengamati, saat ini ada satu hal yang kurang dari seorang Muslim ketika ia berbisnis. Apa itu? Itqan. Mereka yang itqan hendaknya berusaha memberikan produk yang terbaik dan mengiringi prosesnya dengan perbaikan terus-menerus.
Ya, dalam Islam, ada etos kerja yang namanya itqan. Maksudnya? Teliti, hati-hati, sepenuh hati, bermutu tinggi, dan sulit disaingi. Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar soal itqan. Terutama dalam berbisnis.
Ini PR besar. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif. Tanpa itqan, produk dari seorang Muslim tidak akan dibeli oleh Muslim lainnya. Tanpa itqan, produk dari seorang Muslim sulit untuk go intenational.
Gagal di awal itu biasa. Tapi, jangan lama-lama. Segeralah berbenah. Ketika Anda gagal, berarti itu adalah signal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Perlu disempurnakan. Ya, itqan. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Mudah-mudahan berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal
Sabtu yang lalu, pas saya buka puasa di rumah Pak Chairul Tanjung, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin memberikan wejangan-wejangan bisnis untuk seluruh tamu. Mau tahu apa nasihatnya? Simak saja tulisan berikut.
Sambil tersenyum, beliau menjelaskan, "Muslim sekarang jarang yang ngerti syariat, jarang yang ngerti muamalah. Repotnya, kalau sudah ngerti, malah nggak punya bisnis." Kami pun tertawa mendengarnya, karena itu ada benarnya.
Padahal 9 dari 10 bagian kehidupan (pintu rezeki) berada di perniagaan. Banyak Muslim yang belum ngeh soal ini. Perlu contoh?
Industri makanan dan minuman yang bersertifikat halal bernilai 415 triliun dolar AS. Menurut OKI, ternyata 8 dari 10 pemasok daging halal global terbesar adalah negara-negara mayoritas Non-Muslim, dengan Brasil, Australia dan India yang berada di peringkat tiga teratas.
Ini kan ironis. Ke mana Muslim-nya?
Sewaktu saya 4 kali berkunjung ke Jepang, saya melihat beberapa restoran di sana mendapat sertifikasi halal dari Thailand. Bayangkan, dari Thailand, bukan dari Indonesia. Sepertinya kita kalah cepat sama Thailand.
Seorang peserta seminar pernah bertanya kepada saya, "Mungkinkah seorang Muslim bisa sukses besar dalam bisnisnya?" Menurut saya, pertanyaan ini tidak perlu ditanyakan. Ya, tidak perlu ditanyakan. Bisa insya Allah.
Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.
Rezeki mah udah ada yang ngatur. Itu betul. Tapi, tetap saja perlu kesungguhan dalam menjemput rezeki, apalagi rezeki yang besar. Betul apa betul? Soal ini saya yakin Anda setuju dengan saya.
Begini. Saya mengamati, saat ini ada satu hal yang kurang dari seorang Muslim ketika ia berbisnis. Apa itu? Itqan. Mereka yang itqan hendaknya berusaha memberikan produk yang terbaik dan mengiringi prosesnya dengan perbaikan terus-menerus.
Ya, dalam Islam, ada etos kerja yang namanya itqan. Maksudnya? Teliti, hati-hati, sepenuh hati, bermutu tinggi, dan sulit disaingi. Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar soal itqan. Terutama dalam berbisnis.
Ini PR besar. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif. Tanpa itqan, produk dari seorang Muslim tidak akan dibeli oleh Muslim lainnya. Tanpa itqan, produk dari seorang Muslim sulit untuk go intenational.
Gagal di awal itu biasa. Tapi, jangan lama-lama. Segeralah berbenah. Ketika Anda gagal, berarti itu adalah signal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Perlu disempurnakan. Ya, itqan. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Mudah-mudahan berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal
Kamis, 07 Juni 2018
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik
Ramadhan mengajarkan dan melatih kita untuk berhemat. Baik dalam makan maupun dalam belanja. Itulah semestinya. Namun godaan selalu ada. Ya, selalu ada.
Survey platform belanja online asal AS, ThinkOver, menunjukkan perilaku belanja lebih spesifik pada wanita milenial. Adanya promosi potongan harga (diskon) menjadi faktor penting dalam keputusan berbelanja.
Sekitar 55 persen responden mengakui, mereka memeriksa situs web belanja untuk mengecek apakah ada diskon atau tidak. Dan 75 persen mengaku sangat kecewa jika barang yang diincar lagi diskon tapi mereka tidak menyadarinya.
Artinya, adanya pengumuman diskon sangatlah ditunggu-tunggu konsumen wanita milenial. Begitulah, adanya diskon besar-besaran merupakan godaan besar bagi wanita milenial.
Saya sering berpesan, "Kalau mau mapan, berarti kita mesti siap dengan tiga hal."
- rutin jualan
- hidup hemat
- beli aset
Terapkan. Insya Allah, pasti mapan. Boleh dibilang, hidup hemat itu penentu.
Simple? Iya. Namun bukan berarti easy. Teramat jarang orang yang menguasai tiga hal tersebut. Misal, dia demen jualan tapi boros. Dia siap hidup hemat tapi anti jualan.
Ramadhan insya Allah melatih kita untuk hidup hemat. Yuk kita serius atau lebih serius mengamalkannya. Semoga kita lulus dalam training ini.
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik
Ramadhan mengajarkan dan melatih kita untuk berhemat. Baik dalam makan maupun dalam belanja. Itulah semestinya. Namun godaan selalu ada. Ya, selalu ada.
Survey platform belanja online asal AS, ThinkOver, menunjukkan perilaku belanja lebih spesifik pada wanita milenial. Adanya promosi potongan harga (diskon) menjadi faktor penting dalam keputusan berbelanja.
Sekitar 55 persen responden mengakui, mereka memeriksa situs web belanja untuk mengecek apakah ada diskon atau tidak. Dan 75 persen mengaku sangat kecewa jika barang yang diincar lagi diskon tapi mereka tidak menyadarinya.
Artinya, adanya pengumuman diskon sangatlah ditunggu-tunggu konsumen wanita milenial. Begitulah, adanya diskon besar-besaran merupakan godaan besar bagi wanita milenial.
Saya sering berpesan, "Kalau mau mapan, berarti kita mesti siap dengan tiga hal."
- rutin jualan
- hidup hemat
- beli aset
Terapkan. Insya Allah, pasti mapan. Boleh dibilang, hidup hemat itu penentu.
Simple? Iya. Namun bukan berarti easy. Teramat jarang orang yang menguasai tiga hal tersebut. Misal, dia demen jualan tapi boros. Dia siap hidup hemat tapi anti jualan.
Ramadhan insya Allah melatih kita untuk hidup hemat. Yuk kita serius atau lebih serius mengamalkannya. Semoga kita lulus dalam training ini.
Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik
Minggu, 03 Juni 2018
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan
Interaksi sosial dengan manusia lain alias silaturahim ternyata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sistem imun dan pencegahan demensia. Ya, menyehatkan.
Semakin sering Anda berinteraksi, semakin besar pula kesempatan bagi Anda untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan risiko demensia yang lebih kecil.
Pesan guru saya:
- Silaturahim menyehatkan rohani.
- Silaturahim menyehatkan jasmani.
- Silaturahim memudahkan rezeki.
Satu lagi. Rata-rata, mood seseorang meningkat sekian persen ketika mereka tengah berkumpul bersama teman-temannya. Ya, menyehatkan rohani dan ujung-ujungnya menyehatkan jasmani.
Penelitian-penelitian yang dihelat terhadap mereka yang berusia panjang, ditemukan fakta bahwa mereka adalah orang-orang yang ramah, bersahabat, dan senang bersosialisasi. Wow!
Orang-orang seperti itu biasanya senang tertawa dan membagi perasaan dengan orang lain, ketimbang menyimpannya dalam hati. Berhubung dia ramah dan bersahabat, maka orang lain pun tak keberatan menerimanya.
Selanjutnya, simaklah dalil-dalil berikut ini:
"Sesiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim,” HR Bukhari-Muslim.
Firman Allah, "Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan 'rahim' dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Sesiapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak-Nya. Dan sesiapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya,” HR Ahmad.
Suatu ketika Nabi Muhammad menjelaskan tentang kunci surga, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim,” HR Bukhari-Muslim.
Sedemikian besar manfaat silaturahim. Mungkin sebagian belum kita ketahui selama ini. Macam-macam istilahnya. Silaturahim boleh disebut interaksi sosial dan sosialisasi, boleh juga disebut networking.
Sekali lagi, begitu besar manfaat silaturahim. Setidaknya, inilah menurut berbagai penelitian dan dalil. Sekarang, tugas kita mempraktekkan dan membuktikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan
Interaksi sosial dengan manusia lain alias silaturahim ternyata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sistem imun dan pencegahan demensia. Ya, menyehatkan.
Semakin sering Anda berinteraksi, semakin besar pula kesempatan bagi Anda untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan risiko demensia yang lebih kecil.
Pesan guru saya:
- Silaturahim menyehatkan rohani.
- Silaturahim menyehatkan jasmani.
- Silaturahim memudahkan rezeki.
Satu lagi. Rata-rata, mood seseorang meningkat sekian persen ketika mereka tengah berkumpul bersama teman-temannya. Ya, menyehatkan rohani dan ujung-ujungnya menyehatkan jasmani.
Penelitian-penelitian yang dihelat terhadap mereka yang berusia panjang, ditemukan fakta bahwa mereka adalah orang-orang yang ramah, bersahabat, dan senang bersosialisasi. Wow!
Orang-orang seperti itu biasanya senang tertawa dan membagi perasaan dengan orang lain, ketimbang menyimpannya dalam hati. Berhubung dia ramah dan bersahabat, maka orang lain pun tak keberatan menerimanya.
Selanjutnya, simaklah dalil-dalil berikut ini:
"Sesiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim,” HR Bukhari-Muslim.
Firman Allah, "Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan 'rahim' dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Sesiapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak-Nya. Dan sesiapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya,” HR Ahmad.
Suatu ketika Nabi Muhammad menjelaskan tentang kunci surga, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim,” HR Bukhari-Muslim.
Sedemikian besar manfaat silaturahim. Mungkin sebagian belum kita ketahui selama ini. Macam-macam istilahnya. Silaturahim boleh disebut interaksi sosial dan sosialisasi, boleh juga disebut networking.
Sekali lagi, begitu besar manfaat silaturahim. Setidaknya, inilah menurut berbagai penelitian dan dalil. Sekarang, tugas kita mempraktekkan dan membuktikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan
Rabu, 30 Mei 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan
Sedekah ke pengemis di jalanan, boleh nggak? Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, hampir semua pengemis sudah tersistem. Terorganisir. Dilindungi preman dan oknum pejabat. Ini beneran.
Kayak franchise saja, pengemis-pengemis ini diberi 'wilayah beroperasi' dan harus membayar 'royalti' ke preman tertentu. Lalu, preman ini nyetor lagi ke oknum pejabat. Ya, tuh oknum pejabat serasa master franchise.
Siklus kezaliman ini terlihat kasat mata di kota-kota besar. Bukan kata orang. Terlihat bagaimana 'pihak manajemen' men-drop dan menjemput pengemis. Termasuk menyiapkan anak kecil untuk digendong. Saya sering sekali melihat prosesi ini di jalan-jalan.
Ketika Ramadhan, gerakan mereka pun semakin menjadi-jadi karena bisa mendapatkan uang sedekahan 3X atau 4x lebih besar.
Pernah memperhatikan bayi yang digendong itu? Selalu tidur pulas kan? Ya! Karena diberi obat tidur, obat bius, atau sejenisnya. Duh jahatnya. Logis saja, kebanyakan bayi akan rewel bila terkena terik matahari selama berjam-jam.
Asal tahu saja, pengemis biasa, tak akan bisa masuk seenaknya ke sebuah wilayah. Karena setiap wilayah sudah dipegang oleh preman dan oknum tertentu. Dengan kata lain, si pengemis hanya bisa beroperasi jika mau kongkalikong dengan preman dan oknum tersebut.
Sekiranya kita terus memberi dan 'memakmurkan' preman serta aparat tadi, maka kasihan sekali nasib bayi-bayi yang tak berdosa itu. Si pengemis? Mana mau tahu dia, toh itu bukan anaknya! Kebanyakan seperti itu!
Pengemis, preman, dan oknum yang tersistem adalah sebuah kezaliman. Ya, kezaliman. Kalau kita sudah tahu dan masih saja memberi, berarti ikut memakmurkan kezaliman. Lain halnya kalau kita belum tahu.
Terlepas dari itu, di Semarang, ada pengemis yang punya deposito di atas Rp 100 juta. Di Surabaya, ada pengemis yang punya mobil CRV. Di Kalsel, ada pengemis yang punya sedan. Dan masih banyak lagi publikasi tentang pengemis yang sebenarnya tajir-tajir. Googling saja.
Mungkin ada baiknya kita berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya saja, seperti Dompet Dhuafa (DD), ACT, atau sejenisnya. Mereka teraudit. Publik pun bisa mengecek.
Be wise.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan
Sedekah ke pengemis di jalanan, boleh nggak? Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, hampir semua pengemis sudah tersistem. Terorganisir. Dilindungi preman dan oknum pejabat. Ini beneran.
Kayak franchise saja, pengemis-pengemis ini diberi 'wilayah beroperasi' dan harus membayar 'royalti' ke preman tertentu. Lalu, preman ini nyetor lagi ke oknum pejabat. Ya, tuh oknum pejabat serasa master franchise.
Siklus kezaliman ini terlihat kasat mata di kota-kota besar. Bukan kata orang. Terlihat bagaimana 'pihak manajemen' men-drop dan menjemput pengemis. Termasuk menyiapkan anak kecil untuk digendong. Saya sering sekali melihat prosesi ini di jalan-jalan.
Ketika Ramadhan, gerakan mereka pun semakin menjadi-jadi karena bisa mendapatkan uang sedekahan 3X atau 4x lebih besar.
Pernah memperhatikan bayi yang digendong itu? Selalu tidur pulas kan? Ya! Karena diberi obat tidur, obat bius, atau sejenisnya. Duh jahatnya. Logis saja, kebanyakan bayi akan rewel bila terkena terik matahari selama berjam-jam.
Asal tahu saja, pengemis biasa, tak akan bisa masuk seenaknya ke sebuah wilayah. Karena setiap wilayah sudah dipegang oleh preman dan oknum tertentu. Dengan kata lain, si pengemis hanya bisa beroperasi jika mau kongkalikong dengan preman dan oknum tersebut.
Sekiranya kita terus memberi dan 'memakmurkan' preman serta aparat tadi, maka kasihan sekali nasib bayi-bayi yang tak berdosa itu. Si pengemis? Mana mau tahu dia, toh itu bukan anaknya! Kebanyakan seperti itu!
Pengemis, preman, dan oknum yang tersistem adalah sebuah kezaliman. Ya, kezaliman. Kalau kita sudah tahu dan masih saja memberi, berarti ikut memakmurkan kezaliman. Lain halnya kalau kita belum tahu.
Terlepas dari itu, di Semarang, ada pengemis yang punya deposito di atas Rp 100 juta. Di Surabaya, ada pengemis yang punya mobil CRV. Di Kalsel, ada pengemis yang punya sedan. Dan masih banyak lagi publikasi tentang pengemis yang sebenarnya tajir-tajir. Googling saja.
Mungkin ada baiknya kita berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya saja, seperti Dompet Dhuafa (DD), ACT, atau sejenisnya. Mereka teraudit. Publik pun bisa mengecek.
Be wise.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan
Selasa, 29 Mei 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik
Sedekah itu baik. Namun jangan mau juga kalau disalahgunakan. Itu kurang bijak, menurut saya.
Setiap sedekah tentu akan berbalas. Tapi alangkah baiknya jika tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Kurang berkah juga kalau kita tetap bersedekah, di mana kita tahu persis uang sedekah itu selalu disalahgunakan.
Pantaslah MUI dulu pernah tegas-tegas mengingatkan.
Kalau mau sedekah, via lembaga terpercaya dan teraudit saja. Seperti DD, ACT, RZ, PPPA, dll. Atau lembaga lain yang jelas track record-nya. Sebisa-bisanya BUKAN ke pengemis jalanan seperti kasus-kasus yang diberitakan di media. Tahukah Anda, ketika Ramadhan, income mereka bisa melesat tiga kali lipat!
Apabila kita lagi di jalan dan mau bersedekah, yah beli saja barang-barang dari pedagang kecil atau asongan. Kalau perlu, kasih lebih ke mereka. Jangan nawar. Masih mending mereka tho? Mau mengerahkan tenaganya. Menjaga harga dirinya. Nggak ngemis. Nggak melas.
Sekali lagi, alangkah baiknya jika sedekah kita tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Mudah-mudahan menjadi kebaikan yang terhitung sempurna. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik
Sedekah itu baik. Namun jangan mau juga kalau disalahgunakan. Itu kurang bijak, menurut saya.
Setiap sedekah tentu akan berbalas. Tapi alangkah baiknya jika tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Kurang berkah juga kalau kita tetap bersedekah, di mana kita tahu persis uang sedekah itu selalu disalahgunakan.
Pantaslah MUI dulu pernah tegas-tegas mengingatkan.
Kalau mau sedekah, via lembaga terpercaya dan teraudit saja. Seperti DD, ACT, RZ, PPPA, dll. Atau lembaga lain yang jelas track record-nya. Sebisa-bisanya BUKAN ke pengemis jalanan seperti kasus-kasus yang diberitakan di media. Tahukah Anda, ketika Ramadhan, income mereka bisa melesat tiga kali lipat!
Apabila kita lagi di jalan dan mau bersedekah, yah beli saja barang-barang dari pedagang kecil atau asongan. Kalau perlu, kasih lebih ke mereka. Jangan nawar. Masih mending mereka tho? Mau mengerahkan tenaganya. Menjaga harga dirinya. Nggak ngemis. Nggak melas.
Sekali lagi, alangkah baiknya jika sedekah kita tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Mudah-mudahan menjadi kebaikan yang terhitung sempurna. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik
Minggu, 27 Mei 2018
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Ketika pemain bola refleks bersyukur dan bersujud, foto dan videonya jadi viral di mana-mana. Ini bagus, menurut saya. Jadi contoh. Namun ternyata masih ada saja yang nyinyir dan nyindir-nyindir.
Merasa ilmu agamanya paling dalam, langsung saja mereka nyeletuk, "Sujud syukur yang dicontohkan Rasul itu ada tata caranya. Menutup aurat, menghadap kiblat, ada wudhu, bebas hadas besar, dan bebas hadas kecil."
Sebenarnya, menurut Ibnu Taimiyah, hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja, bukan syarat mutlak. Sekali lagi, bukan syarat mutlak.
Begini. Berdoa pun ada tata caranya. Namun apabila tata cara berdoa ini tidak terpenuhi 100%, bukan berarti berdoa serba spontan itu salah. Toh masih ada bagusnya. Namanya doa yah pasti bagus.
Lihat saja diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Kadang Muslim refleks berdoa dalam hati tanpa menghadap kiblat dan tanpa wudhu sama sekali. Mungkin di jalan, di mobil, di kelas, di gedung, di lapangan. Tetap bagus tho?
Be positive. Sudah mending si atlit itu sujud, mengakui kekuatan Tuhan-nya, bukan bangga-banggain dirinya. Jangan lagi kita salah-salahin. Kalaupun mau berdakwah, tentu ada cara, waktu, dan adabnya.
Termasuk kepada orang-orang yang berpuasa di sekitar kita. Mungkin banyak yang belum ideal. Sikap positif kita sangat diharapkan. Ya, sangat diharapkan. Adab, salah satunya.
Zaman sekarang, bukan ilmu yang kurang. Mungkin adab yang kurang. Itu kesimpulan saya. Semoga kita dan teman-teman kita terpelihara dari sikap-sikap yang tanpa adab.
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Ketika pemain bola refleks bersyukur dan bersujud, foto dan videonya jadi viral di mana-mana. Ini bagus, menurut saya. Jadi contoh. Namun ternyata masih ada saja yang nyinyir dan nyindir-nyindir.
Merasa ilmu agamanya paling dalam, langsung saja mereka nyeletuk, "Sujud syukur yang dicontohkan Rasul itu ada tata caranya. Menutup aurat, menghadap kiblat, ada wudhu, bebas hadas besar, dan bebas hadas kecil."
Sebenarnya, menurut Ibnu Taimiyah, hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja, bukan syarat mutlak. Sekali lagi, bukan syarat mutlak.
Begini. Berdoa pun ada tata caranya. Namun apabila tata cara berdoa ini tidak terpenuhi 100%, bukan berarti berdoa serba spontan itu salah. Toh masih ada bagusnya. Namanya doa yah pasti bagus.
Lihat saja diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Kadang Muslim refleks berdoa dalam hati tanpa menghadap kiblat dan tanpa wudhu sama sekali. Mungkin di jalan, di mobil, di kelas, di gedung, di lapangan. Tetap bagus tho?
Be positive. Sudah mending si atlit itu sujud, mengakui kekuatan Tuhan-nya, bukan bangga-banggain dirinya. Jangan lagi kita salah-salahin. Kalaupun mau berdakwah, tentu ada cara, waktu, dan adabnya.
Termasuk kepada orang-orang yang berpuasa di sekitar kita. Mungkin banyak yang belum ideal. Sikap positif kita sangat diharapkan. Ya, sangat diharapkan. Adab, salah satunya.
Zaman sekarang, bukan ilmu yang kurang. Mungkin adab yang kurang. Itu kesimpulan saya. Semoga kita dan teman-teman kita terpelihara dari sikap-sikap yang tanpa adab.
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kamis, 24 Mei 2018
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di dunia! Itulah yang sebenarnya. Dan salah satu output yang diharapkan adalah meningkatnya kepekaan dan kepedulian kita kepada sesama. Mungkin dengan berbagi. Mungkin dengan memberdayakan.
Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?
Ya begitu. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk 'Top Incomes and Human Well-Being Around the World' dan disarikan kembali dalam The Guardian.
Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.
Tentu, ini tidak mudah. Apalagi keluarga kaya cenderung ingin bersanding dengan keluarga kaya lainnya. Menurut penelitian University of California, orang tua yang kaya cenderung menikahkan anaknya demi harta dan masa depan yang lebih cerah bagi sang anak. Ini juga dilansir oleh WesternDailyPress.co.uk.
Begini. Tidak mudah bukan berarti mustahil. Right? Kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Saya melihat, ketika kekayaan terpusat pada segelintir orang, maka kedengkian dan ujung-ujungnya kriminalitas akan meningkat. Yang rugi yah kita semua.
Bulan puasa mengajarkan kita untuk lebih peka dan lebih peduli. Betul apa betul? Apalagi saat zakat fitrah dan zakat harta dikeluarkan. Sekali lagi, kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Insya Allah pasti berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di dunia! Itulah yang sebenarnya. Dan salah satu output yang diharapkan adalah meningkatnya kepekaan dan kepedulian kita kepada sesama. Mungkin dengan berbagi. Mungkin dengan memberdayakan.
Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?
Ya begitu. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk 'Top Incomes and Human Well-Being Around the World' dan disarikan kembali dalam The Guardian.
Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.
Tentu, ini tidak mudah. Apalagi keluarga kaya cenderung ingin bersanding dengan keluarga kaya lainnya. Menurut penelitian University of California, orang tua yang kaya cenderung menikahkan anaknya demi harta dan masa depan yang lebih cerah bagi sang anak. Ini juga dilansir oleh WesternDailyPress.co.uk.
Begini. Tidak mudah bukan berarti mustahil. Right? Kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Saya melihat, ketika kekayaan terpusat pada segelintir orang, maka kedengkian dan ujung-ujungnya kriminalitas akan meningkat. Yang rugi yah kita semua.
Bulan puasa mengajarkan kita untuk lebih peka dan lebih peduli. Betul apa betul? Apalagi saat zakat fitrah dan zakat harta dikeluarkan. Sekali lagi, kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Insya Allah pasti berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan
Rabu, 23 Mei 2018
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan
Gimana puasa Anda hari ini? Semoga baik-baik saja bahkan lebih baik daripada hari sebelumnya. Aamiin.
Tempat berbuka puasa paling indah, di manakah itu? Menurut saya, Madinah. Sekali lagi, Madinah. Tepatnya di Masjid Nabawi atau di pekarangan Masjid Nabawi.
Tahun 2009, bertepatan Ramadhan, saya berumrah dengan ibu saya, alhamdulillah. Ini pengalaman yang amat berkesan bagi saya dan tak terlupakan.
Menjelang waktu berbuka, orang Arab dan bangsa lainnya berlomba-lomba berbagi bukaan puasa. Makanan enak pun dihamparkan di mana-mana dan gratis tentunya.
Boleh dibilang, kebutuhan berbuka dan sahur Anda akan tercukupi, walaupun Anda tidak mengantongi uang sama sekali. Kebersamaan dan saling berbagi, betapa indahnya!
Taraweh? Jangan ditanya, di situlah pertama kali saya mendengar suara Imam Sudais secara langsung dan saya pun menangis terisak-isak.
Alhamdulillah, beberapa waktu kemudian, saya sempat bertemu dan bersalaman dengan beliau (masya Allah tangan beliau halus sekali dan wangi sekali).
Dengan izin Allah, saya pernah berpuasa di Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Amerika. Menurut saya, tempat berbuka puasa paling indah yah #Madinah. Benar-benar nyaman.
Memang, berpuasa di mana saja hendaknya sama. Tapi begitu Anda menginjakkan kaki di Madinah dan Mekkah, Anda akan tahu bedanya. Benar-benar beda. Yang belum, niatkan ya. Semoga kelak kesampaian juga. Saya turut mengaminkan. Aamiin.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan
Gimana puasa Anda hari ini? Semoga baik-baik saja bahkan lebih baik daripada hari sebelumnya. Aamiin.
Tempat berbuka puasa paling indah, di manakah itu? Menurut saya, Madinah. Sekali lagi, Madinah. Tepatnya di Masjid Nabawi atau di pekarangan Masjid Nabawi.
Tahun 2009, bertepatan Ramadhan, saya berumrah dengan ibu saya, alhamdulillah. Ini pengalaman yang amat berkesan bagi saya dan tak terlupakan.
Menjelang waktu berbuka, orang Arab dan bangsa lainnya berlomba-lomba berbagi bukaan puasa. Makanan enak pun dihamparkan di mana-mana dan gratis tentunya.
Boleh dibilang, kebutuhan berbuka dan sahur Anda akan tercukupi, walaupun Anda tidak mengantongi uang sama sekali. Kebersamaan dan saling berbagi, betapa indahnya!
Taraweh? Jangan ditanya, di situlah pertama kali saya mendengar suara Imam Sudais secara langsung dan saya pun menangis terisak-isak.
Alhamdulillah, beberapa waktu kemudian, saya sempat bertemu dan bersalaman dengan beliau (masya Allah tangan beliau halus sekali dan wangi sekali).
Dengan izin Allah, saya pernah berpuasa di Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Amerika. Menurut saya, tempat berbuka puasa paling indah yah #Madinah. Benar-benar nyaman.
Memang, berpuasa di mana saja hendaknya sama. Tapi begitu Anda menginjakkan kaki di Madinah dan Mekkah, Anda akan tahu bedanya. Benar-benar beda. Yang belum, niatkan ya. Semoga kelak kesampaian juga. Saya turut mengaminkan. Aamiin.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan
Selasa, 22 Mei 2018
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan
Bidadari Ramadhan, siapakah dia?
Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Tapi, yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Ya, ibu dan istri. Mereka inilah yang disebut Sepasang Bidadari.
Menariknya, mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibunya dan istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering tersungkur dalam hidupnya.
Ya, ini soal Sepasang Bidadari.
Syukurnya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki semuanya. Baik hubungan dengan ibu maupun dengan istri. Insya Allah. Kalaupun selama ini hubungan kita sudah baik, tak ada salahnya jika ditingkatkan lagi. Bukan apa-apa, ini adalah penentu kesuksesan. Dunia dan akhirat.
Sekian dulu. Kapan-kapan kita sambung lagi. Pada akhirnya, mohon maaf lahir dan batin.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan
Bidadari Ramadhan, siapakah dia?
Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Tapi, yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Ya, ibu dan istri. Mereka inilah yang disebut Sepasang Bidadari.
Menariknya, mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibunya dan istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering tersungkur dalam hidupnya.
Ya, ini soal Sepasang Bidadari.
Syukurnya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki semuanya. Baik hubungan dengan ibu maupun dengan istri. Insya Allah. Kalaupun selama ini hubungan kita sudah baik, tak ada salahnya jika ditingkatkan lagi. Bukan apa-apa, ini adalah penentu kesuksesan. Dunia dan akhirat.
Sekian dulu. Kapan-kapan kita sambung lagi. Pada akhirnya, mohon maaf lahir dan batin.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan
Rabu, 11 April 2018
Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan
Anda sudah menikah? Peneliti di Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat, menghelat survei terhadap 163 pasangan suami-istri. Hasilnya?
Menarik. Ternyata, pasangan yang saling mendukung cenderung lebih baik dalam menghadapi tantangan-tantangan dan cenderung #LebihSukses.
Laporan American Enterprise Institute menunjukkan, pria yang telah menikah cenderung bekerja lebih banyak 400 jam dalam setahun, ketimbang pria lajang dengan latar belakang yang sama. Rupanya, pria yang telah menikah lebih bisa diandalkan.
Satu lagi. Riset yang dihelat oleh para peneliti di Universitas Washington menyimpulkan, kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh dukungan pasangan mereka. Tidak main-main, para peneliti menilai reaksi-reaksi dari 4.544 pasangan yang telah menikah.
Kesimpulannya, apakah pernikahan itu menyukseskan? Hm. Tepatnya, pernikahan yang selaras dan saling mendukung. Bukan sekadar pernikahan. Kalau pasangannya bertengkar satu sama lain, tentu kita sama-sama tahu bagaimana dampaknya. Bad. Very bad.
Selaras dan saling mendukung, inilah yang utama. Insya Allah menentramkan dan menyukseskan. Yuk kita terapkan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan
Anda sudah menikah? Peneliti di Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat, menghelat survei terhadap 163 pasangan suami-istri. Hasilnya?
Menarik. Ternyata, pasangan yang saling mendukung cenderung lebih baik dalam menghadapi tantangan-tantangan dan cenderung #LebihSukses.
Laporan American Enterprise Institute menunjukkan, pria yang telah menikah cenderung bekerja lebih banyak 400 jam dalam setahun, ketimbang pria lajang dengan latar belakang yang sama. Rupanya, pria yang telah menikah lebih bisa diandalkan.
Satu lagi. Riset yang dihelat oleh para peneliti di Universitas Washington menyimpulkan, kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh dukungan pasangan mereka. Tidak main-main, para peneliti menilai reaksi-reaksi dari 4.544 pasangan yang telah menikah.
Kesimpulannya, apakah pernikahan itu menyukseskan? Hm. Tepatnya, pernikahan yang selaras dan saling mendukung. Bukan sekadar pernikahan. Kalau pasangannya bertengkar satu sama lain, tentu kita sama-sama tahu bagaimana dampaknya. Bad. Very bad.
Selaras dan saling mendukung, inilah yang utama. Insya Allah menentramkan dan menyukseskan. Yuk kita terapkan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan
Selasa, 10 April 2018
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Saya menganjurkan orang-orang untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Syukur-syukur kalau bisa rutin seminggu sekali.
Di sini perlu keberanian, ketenangan, dan pengendalian diri. Kuda tidak suka ditunggangi oleh orang yang cemas. Dan kuda bisa tahu apakah penunggangnya cemas atau tidak. Ini fakta, bukan mitos.
Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak mereka berenang, dan memanah, dan menunggang kuda. Pastilah ini bukan pekerjaan sia-sia atau sekadar mengisi waktu luang.
''Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah," pesan Nabi.
''Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda)," pesan Nabi.
Gimana dengan mengendarai mobil dan motor? Tentu saja ini perlu dan kita harus mampu. Tapi, ini sama sekali tidak menggantikan hikmah dan manfaat dari berkuda.
Dari segi kesehatan, berkuda bisa menjadi obat untuk berbagai penyakit atau masalah kesehatan. Seperti autis dan sakit jantung. Juga dapat menghilangkan sakit kepala, sakit pinggang, dan stress.
Sekali lagi, cobalah untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Kalau rutin seminggu sekali, tentu ini lebih baik. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Saya menganjurkan orang-orang untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Syukur-syukur kalau bisa rutin seminggu sekali.
Di sini perlu keberanian, ketenangan, dan pengendalian diri. Kuda tidak suka ditunggangi oleh orang yang cemas. Dan kuda bisa tahu apakah penunggangnya cemas atau tidak. Ini fakta, bukan mitos.
Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak mereka berenang, dan memanah, dan menunggang kuda. Pastilah ini bukan pekerjaan sia-sia atau sekadar mengisi waktu luang.
''Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah," pesan Nabi.
''Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda)," pesan Nabi.
Gimana dengan mengendarai mobil dan motor? Tentu saja ini perlu dan kita harus mampu. Tapi, ini sama sekali tidak menggantikan hikmah dan manfaat dari berkuda.
Dari segi kesehatan, berkuda bisa menjadi obat untuk berbagai penyakit atau masalah kesehatan. Seperti autis dan sakit jantung. Juga dapat menghilangkan sakit kepala, sakit pinggang, dan stress.
Sekali lagi, cobalah untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Kalau rutin seminggu sekali, tentu ini lebih baik. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Senin, 09 April 2018
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Saat bertemu guru, baiknya kita bukan sekadar berguru. Cobalah berkhidmat kalau perlu.
Di Tiongkok, terhadap guru Kung Fu, para murid bersikap begitu. Di pesantren, terhadap kyai dan ustadz, para santri bersikap begitu. Berkhidmat, ini budaya yang sangat bagus dan perlu ditiru.
Saya sering berpesan, "Mesti sungguh-sungguh ketika melayani tamu atau guru. Jangan biarkan mereka menunggu." Aktif dan proaktiflah sepanjang waktu.
#Berkhidmat ada tiga caranya. Dengan tenaga, harta, dan doa. Kalau dipakai semuanya, tentu ini lebih baik. Sekiranya belum bisa semuanya, niatkan dan ikhtiarkan. Insya Allah pelan-pelan akan dimampukan.
Ibnu Abbas ketika masih kecil berkhidmat dengan tenaga kepada Nabi, lalu Nabi mendoakan kecerdasan kepada Ibnu Abbas. Sekarang, kita mengenal Ibnu Abbas sebagai sahabat yang kuat daya ingatnya dan cerdas.
Guru pada umumnya tidak minta dihormati oleh muridnya. Namun, orang yang beradab dan sadar bahwa dirinya seorang murid harus tahu diri untuk menghormati gurunya. Right?
Lagi pula, berkhidmat ini penuh keberkahan. Fakhruddin al-Arsabandi, saat tenar dan berkuasa, mengungkapkan rahasia suksesnya, "Aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini karena berkhidmat kepada guruku."
Mari diterapkan. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Saat bertemu guru, baiknya kita bukan sekadar berguru. Cobalah berkhidmat kalau perlu.
Di Tiongkok, terhadap guru Kung Fu, para murid bersikap begitu. Di pesantren, terhadap kyai dan ustadz, para santri bersikap begitu. Berkhidmat, ini budaya yang sangat bagus dan perlu ditiru.
Saya sering berpesan, "Mesti sungguh-sungguh ketika melayani tamu atau guru. Jangan biarkan mereka menunggu." Aktif dan proaktiflah sepanjang waktu.
#Berkhidmat ada tiga caranya. Dengan tenaga, harta, dan doa. Kalau dipakai semuanya, tentu ini lebih baik. Sekiranya belum bisa semuanya, niatkan dan ikhtiarkan. Insya Allah pelan-pelan akan dimampukan.
Ibnu Abbas ketika masih kecil berkhidmat dengan tenaga kepada Nabi, lalu Nabi mendoakan kecerdasan kepada Ibnu Abbas. Sekarang, kita mengenal Ibnu Abbas sebagai sahabat yang kuat daya ingatnya dan cerdas.
Guru pada umumnya tidak minta dihormati oleh muridnya. Namun, orang yang beradab dan sadar bahwa dirinya seorang murid harus tahu diri untuk menghormati gurunya. Right?
Lagi pula, berkhidmat ini penuh keberkahan. Fakhruddin al-Arsabandi, saat tenar dan berkuasa, mengungkapkan rahasia suksesnya, "Aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini karena berkhidmat kepada guruku."
Mari diterapkan. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Selasa, 03 April 2018
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Azan & Aktor Hollywood
Dalam azan, sebenarnya ada dua seruan. Pertama, seruan untuk sholat. Kedua, seruan untuk menang. Ayo sholat, ayo menang. Menurut saya, ini hebat sekali. Lebih hebat dari yell-yell motivasi manapun!
Dua aktor ternama Hollywood, Liam Neeson juga Will Smith, sempat terpana dan terpesona dengan #SuaraAzan. Ini terjadi di Turki dan di India. Justin Bieber bahkan pernah menghentikan sejenak konsernya demi menghormati azan.
Nggak percaya? Silakan googling berita-beritanya. Sahih insya Allah. Ternyata mereka bertiga lebih pancasilais ketimbang si pembaca puisi itu. Btw, suara azan dianggap kalah merdu, menurut si pembaca puisi itu.
Apa pendapat saya? Pernyataan dia jelas-jelas menghina dan merendahkan. Repotnya, kalau kita protes, ntar kita dianggap terlalu vokal dan radikal. Padahal siapa yang bermulut kasar dan berpikir dangkal?
Kita berulang kali diminta untuk sabar dan menjaga sikap. Selaluuu begitu. Sementara orang-orang seperti dia seenaknya tidak menjaga mulut dan tidak menjaga sikap. Apa mungkin karena mereka sadar bahwa mereka kebal hukum?
Azan itu istimewa. Pesan Nabi, kalau ada azan, dengarlah dan jawablah. Selesai azan, berdoalah. Bayangkan, ini reminder dan calling untuk beribadah kepada-Nya. Sarat dengan doa serta harapan. Itu kan indah sekali. Setidaknya, bagi seorang Muslim yang masih punya iman di hatinya.
Bagi saya, kalau kau belum tahu soal syariat, kalau kau belum tahu soal azan, #belajarlah. Jangan pongah. Tak perlu pula kau rendahkan azan dan kau banding-bandingkan dengan kidung serta puisi.
Kalaupun kau tak mau belajar soal syariat dan azan, yah diam dan hormatilah. Ini Indonesia. Saling menghormati, saling menghargai, itu baru namanya Indonesia, itu baru namanya Pancasila.
Di sisi lain, bagi seluruh Muslim, saya menganjurkan kita semua untuk introspeksi. Barangkali selama ini kita sering mengabaikan azan. Tidak mengindahkan. Allah izinkan peristiwa ini terjadi, mungkin agar kita kembali mengingat pentingnya azan dan pentingnya sholat.
Tulisan ini boleh di-share. Berulang-ulang. Seluas-luasnya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Azan & Aktor Hollywood
Dalam azan, sebenarnya ada dua seruan. Pertama, seruan untuk sholat. Kedua, seruan untuk menang. Ayo sholat, ayo menang. Menurut saya, ini hebat sekali. Lebih hebat dari yell-yell motivasi manapun!
Dua aktor ternama Hollywood, Liam Neeson juga Will Smith, sempat terpana dan terpesona dengan #SuaraAzan. Ini terjadi di Turki dan di India. Justin Bieber bahkan pernah menghentikan sejenak konsernya demi menghormati azan.
Nggak percaya? Silakan googling berita-beritanya. Sahih insya Allah. Ternyata mereka bertiga lebih pancasilais ketimbang si pembaca puisi itu. Btw, suara azan dianggap kalah merdu, menurut si pembaca puisi itu.
Apa pendapat saya? Pernyataan dia jelas-jelas menghina dan merendahkan. Repotnya, kalau kita protes, ntar kita dianggap terlalu vokal dan radikal. Padahal siapa yang bermulut kasar dan berpikir dangkal?
Kita berulang kali diminta untuk sabar dan menjaga sikap. Selaluuu begitu. Sementara orang-orang seperti dia seenaknya tidak menjaga mulut dan tidak menjaga sikap. Apa mungkin karena mereka sadar bahwa mereka kebal hukum?
Azan itu istimewa. Pesan Nabi, kalau ada azan, dengarlah dan jawablah. Selesai azan, berdoalah. Bayangkan, ini reminder dan calling untuk beribadah kepada-Nya. Sarat dengan doa serta harapan. Itu kan indah sekali. Setidaknya, bagi seorang Muslim yang masih punya iman di hatinya.
Bagi saya, kalau kau belum tahu soal syariat, kalau kau belum tahu soal azan, #belajarlah. Jangan pongah. Tak perlu pula kau rendahkan azan dan kau banding-bandingkan dengan kidung serta puisi.
Kalaupun kau tak mau belajar soal syariat dan azan, yah diam dan hormatilah. Ini Indonesia. Saling menghormati, saling menghargai, itu baru namanya Indonesia, itu baru namanya Pancasila.
Di sisi lain, bagi seluruh Muslim, saya menganjurkan kita semua untuk introspeksi. Barangkali selama ini kita sering mengabaikan azan. Tidak mengindahkan. Allah izinkan peristiwa ini terjadi, mungkin agar kita kembali mengingat pentingnya azan dan pentingnya sholat.
Tulisan ini boleh di-share. Berulang-ulang. Seluas-luasnya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Pilihan
Rabu, 28 Maret 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Youtube, Motivator Ippho Santosa
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Youtube, Motivator Ippho Santosa
Siap dengan risiko dan tahan banting, inilah dua ciri utama pengusaha.
Ketika ditanya, "Siapa yang MAU jadi pengusaha?" hampir semua orang mengacungkan tangannya.
Ketika lanjut ditanya, "Siapa yang SIAP jadi pengusaha?" sebagian besar orang menyembunyikan tangannya.
Anda termasuk yang mana?
Atau Anda jenis orang yang berani memulai usaha tapi tidak tahan dengan penolakan-penolakan?
Katanya mau jadi pengusaha. Jualan, malu. Ditolak, malu. Rugi, kapok. Gagal, kapok. Bangkrut, kapok. Ditipu, kapok. Alasannya segerobak. Malesnya sekontainer.
Situ serius mau jadi pengusaha? Hehehe.
Hei, punya usaha itu mudah. Untuk bener-bener jadi pengusaha, nah itu yang nggak mudah. Di sini kita bukan sekadar berani melangkah, tapi juga pantang menyerah (baca: tahan banting). Anda sanggupkah?
Di sini saya cuma mengingatkan. Sekali lagi, siap dengan risiko dan tahan banting, inilah dua ciri utama pengusaha. Sekiranya Anda tidak punya dua ciri ini, lupakan saja cita-cita Anda untuk menjadi pengusaha.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Youtube, Motivator Ippho Santosa
Siap dengan risiko dan tahan banting, inilah dua ciri utama pengusaha.
Ketika ditanya, "Siapa yang MAU jadi pengusaha?" hampir semua orang mengacungkan tangannya.
Ketika lanjut ditanya, "Siapa yang SIAP jadi pengusaha?" sebagian besar orang menyembunyikan tangannya.
Anda termasuk yang mana?
Atau Anda jenis orang yang berani memulai usaha tapi tidak tahan dengan penolakan-penolakan?
Katanya mau jadi pengusaha. Jualan, malu. Ditolak, malu. Rugi, kapok. Gagal, kapok. Bangkrut, kapok. Ditipu, kapok. Alasannya segerobak. Malesnya sekontainer.
Situ serius mau jadi pengusaha? Hehehe.
Hei, punya usaha itu mudah. Untuk bener-bener jadi pengusaha, nah itu yang nggak mudah. Di sini kita bukan sekadar berani melangkah, tapi juga pantang menyerah (baca: tahan banting). Anda sanggupkah?
Di sini saya cuma mengingatkan. Sekali lagi, siap dengan risiko dan tahan banting, inilah dua ciri utama pengusaha. Sekiranya Anda tidak punya dua ciri ini, lupakan saja cita-cita Anda untuk menjadi pengusaha.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Youtube, Motivator Ippho Santosa
Selasa, 27 Maret 2018
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Bisnis BUKAN sekadar sistem, tapi juga tim dan ekosistem.
Tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia kerja.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari perusahaan. Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Anda bukan Avengers atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Tips terakhir? Tanya dan cek social media mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Selamat mencoba. Mudah-mudahan bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Bisnis BUKAN sekadar sistem, tapi juga tim dan ekosistem.
Tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia kerja.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari perusahaan. Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Anda bukan Avengers atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Tips terakhir? Tanya dan cek social media mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Selamat mencoba. Mudah-mudahan bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kerja itu ibadah.
Rezeki itu amanah.
Yang namanya ibadah, yah harus hati-hati. Demikian pula dengan amanah, harus hati-hati. Nggak boleh sembarangan seenak hati.
Saat sesuatu kita anggap ibadah maka patokan nomor satu adalah ridha Allah, bukan rupiah. Betulkah?
Sekali lagi, kerja itu ibadah. Maka berhati-hatilah. Karena yang ingin kita raih adalah ridha Allah.
Sayang sekali kalau kita capek-capek bekerja 8 jam sehari, ternyata yang diperoleh cuma rupiah. Ridha Allah? Antah-berantah. Sayang sekali.
Nah, agar kerja bernilai ibadah, mari perbaiki niat kita dan cara kita. Ingatlah, niat itu semacam visi alias penentu arah sehingga kita tidak salah langkah.
Mungkin tulisan ini belum bisa dicerna sepenuhnya saat in. Tapi, insya Allah sembari berjalannya waktu, kita akan memahaminya satu per satu.
Selamat beraktivitas teman-teman.
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kerja itu ibadah.
Rezeki itu amanah.
Yang namanya ibadah, yah harus hati-hati. Demikian pula dengan amanah, harus hati-hati. Nggak boleh sembarangan seenak hati.
Saat sesuatu kita anggap ibadah maka patokan nomor satu adalah ridha Allah, bukan rupiah. Betulkah?
Sekali lagi, kerja itu ibadah. Maka berhati-hatilah. Karena yang ingin kita raih adalah ridha Allah.
Sayang sekali kalau kita capek-capek bekerja 8 jam sehari, ternyata yang diperoleh cuma rupiah. Ridha Allah? Antah-berantah. Sayang sekali.
Nah, agar kerja bernilai ibadah, mari perbaiki niat kita dan cara kita. Ingatlah, niat itu semacam visi alias penentu arah sehingga kita tidak salah langkah.
Mungkin tulisan ini belum bisa dicerna sepenuhnya saat in. Tapi, insya Allah sembari berjalannya waktu, kita akan memahaminya satu per satu.
Selamat beraktivitas teman-teman.
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Senin, 26 Maret 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Support warung tetangga, sebisanya. Toh, ini bagian dari silaturahim dan meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekonomi umat)
Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.
Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.
Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?
Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu. Betul apa betul?
Satu hal lagi. Ya, warung tetangga memang belum ideal. Tapi kalau kita dukung (support) terus-menerus, insya Allah ideal juga. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Support warung tetangga, sebisanya. Toh, ini bagian dari silaturahim dan meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekonomi umat)
Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.
Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.
Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?
Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu. Betul apa betul?
Satu hal lagi. Ya, warung tetangga memang belum ideal. Tapi kalau kita dukung (support) terus-menerus, insya Allah ideal juga. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Selasa, 20 Maret 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Kaya atau miskin, ada keutamaan tersendiri.
Kaya, kalau sombong dan takabur, buat apa?
Miskin, kalau mengeluh dan kufur, buat apa?
Ingat. Kaya atau miskin, masing-masing adalah ujian (life test).
Sahabat Nabi, ada yang kaya, ada pula yang miskin. Ini menjadi pelajaran bagi kita.
Jangan meremehkan satu sama lain. Entah kita kaya atau miskin. Insya Allah masing-masing ada perannya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Kaya atau miskin, ada keutamaan tersendiri.
Kaya, kalau sombong dan takabur, buat apa?
Miskin, kalau mengeluh dan kufur, buat apa?
Ingat. Kaya atau miskin, masing-masing adalah ujian (life test).
Sahabat Nabi, ada yang kaya, ada pula yang miskin. Ini menjadi pelajaran bagi kita.
Jangan meremehkan satu sama lain. Entah kita kaya atau miskin. Insya Allah masing-masing ada perannya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan Bidadari Ramadhan, siapakah dia? Impian pribadi, target ...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di ...








