Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Bisnis BUKAN sekadar sistem, tapi juga tim dan ekosistem.
Tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia kerja.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari perusahaan. Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Anda bukan Avengers atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Tips terakhir? Tanya dan cek social media mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Selamat mencoba. Mudah-mudahan bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Indonesia Ippho Santosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Indonesia Ippho Santosa. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Maret 2018
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kerja itu ibadah.
Rezeki itu amanah.
Yang namanya ibadah, yah harus hati-hati. Demikian pula dengan amanah, harus hati-hati. Nggak boleh sembarangan seenak hati.
Saat sesuatu kita anggap ibadah maka patokan nomor satu adalah ridha Allah, bukan rupiah. Betulkah?
Sekali lagi, kerja itu ibadah. Maka berhati-hatilah. Karena yang ingin kita raih adalah ridha Allah.
Sayang sekali kalau kita capek-capek bekerja 8 jam sehari, ternyata yang diperoleh cuma rupiah. Ridha Allah? Antah-berantah. Sayang sekali.
Nah, agar kerja bernilai ibadah, mari perbaiki niat kita dan cara kita. Ingatlah, niat itu semacam visi alias penentu arah sehingga kita tidak salah langkah.
Mungkin tulisan ini belum bisa dicerna sepenuhnya saat in. Tapi, insya Allah sembari berjalannya waktu, kita akan memahaminya satu per satu.
Selamat beraktivitas teman-teman.
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kerja itu ibadah.
Rezeki itu amanah.
Yang namanya ibadah, yah harus hati-hati. Demikian pula dengan amanah, harus hati-hati. Nggak boleh sembarangan seenak hati.
Saat sesuatu kita anggap ibadah maka patokan nomor satu adalah ridha Allah, bukan rupiah. Betulkah?
Sekali lagi, kerja itu ibadah. Maka berhati-hatilah. Karena yang ingin kita raih adalah ridha Allah.
Sayang sekali kalau kita capek-capek bekerja 8 jam sehari, ternyata yang diperoleh cuma rupiah. Ridha Allah? Antah-berantah. Sayang sekali.
Nah, agar kerja bernilai ibadah, mari perbaiki niat kita dan cara kita. Ingatlah, niat itu semacam visi alias penentu arah sehingga kita tidak salah langkah.
Mungkin tulisan ini belum bisa dicerna sepenuhnya saat in. Tapi, insya Allah sembari berjalannya waktu, kita akan memahaminya satu per satu.
Selamat beraktivitas teman-teman.
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Senin, 26 Maret 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Support warung tetangga, sebisanya. Toh, ini bagian dari silaturahim dan meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekonomi umat)
Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.
Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.
Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?
Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu. Betul apa betul?
Satu hal lagi. Ya, warung tetangga memang belum ideal. Tapi kalau kita dukung (support) terus-menerus, insya Allah ideal juga. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Support warung tetangga, sebisanya. Toh, ini bagian dari silaturahim dan meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekonomi umat)
Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.
Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.
Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?
Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu. Betul apa betul?
Satu hal lagi. Ya, warung tetangga memang belum ideal. Tapi kalau kita dukung (support) terus-menerus, insya Allah ideal juga. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Rabu, 14 Maret 2018
Motivator Indonesia IPPHO SANTOSA, 10 Motivator Terbaik, Motivator Perusahaan
Motivator Indonesia IPPHO SANTOSA, 10 Motivator Terbaik, Motivator Perusahaan
Miskin perlu bersabar. Kaya? Juga Perlu Bersabar.
Karena godaan itu tiada henti
Kaya perlu bersyukur. Miskin? Juga perlu bersyukur.
Karena nikmat-Nya itu tiada henti.
Bukankah dengan syukur, kita akan dikayakan?
#Hanya2menit
Miskin perlu bersabar. Kaya? Juga Perlu Bersabar.
Karena godaan itu tiada henti
Kaya perlu bersyukur. Miskin? Juga perlu bersyukur.
Karena nikmat-Nya itu tiada henti.
Bukankah dengan syukur, kita akan dikayakan?
#Hanya2menit
Motivator Indonesia IPPHO SANTOSA, 10 Motivator Terbaik, Motivator Perusahaan
Kamis, 27 April 2017
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Terbaik
Braunschweig, Jerman, di sinilah saya berada saat ini. Berseminar insya Allah.
Braunschweig dan Bandung adalah Sister City (kota mitra), di mana keduanya sering melakukan pertukaran warga sejak lama. Foke dulu kuliah di sini dan sekarang jadi dubes di Jerman.
Penduduknya sekitar 250 ribu jiwa. Menariknya, Braunschweig mempunyai pengeluaran per kapita terbesar se-Eropa untuk penelitian. Universitas teknik tertua di Jerman juga berada di Braunschweig.
Saat ini, terdapat sekitar 3.400 WNI yang sedang menempuh pendidikan di Jerman dan jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya. BJ Habibie salah satu tokoh hebat alumni Jerman.
Menurut Prof Juergen Grueneberg, bangsa Jerman dikenal bertindak rasional, berdisiplin tinggi, bekerja keras, berorientasi sukses, tidak hedonis, hidup hemat, dan suka menabung. Selain itu, bangsa Jerman juga sangat memprioritaskan integritas serta menghargai waktu.
Rata-rata orang Jerman bekerja 35 jam per minggu atau 7 jam sehari. Relatif normal. Ketika waktu kerja, mereka tidak akan melakukan hal lain seperti mengobrol, membuka social media, dan sejenisnya. Ya, mereka cenderung fokus dan rajin bekerja, sehingga produktivitas yang tinggi bisa diraih dalam waktu yang singkat.
Orang Jerman secara umum kurang menyukai basa-basi. Mereka pun bisa membedakan urusan kerja dengan urusan pribadi. Bahkan pemerintah Jerman tidak menggalakkan pengiriman email kerjaan di atas jam 6 sore.
Saat tiba hari libur, mereka benar-benar berlibur. Boleh dibilang, jumlah hari libur mereka relatif banyak. Dalam setahun bisa mencapai 6 minggu dan itu belum termasuk jumlah cuti kerja 25-30 hari. Mereka meyakini, liburan dapat meningkatkan kesegaran pikiran dan produktivitas kerja.
Semoga kita semua bisa mengambil yang baik-baik dari bangsa Jerman. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
( Yuk beralih ke Telegram. Lebih ringan, lebih aman. Sudah lebih dari 40.000 orang beralih dari WA ke channel Telegram @ipphoright )
Braunschweig, Jerman, di sinilah saya berada saat ini. Berseminar insya Allah.
Braunschweig dan Bandung adalah Sister City (kota mitra), di mana keduanya sering melakukan pertukaran warga sejak lama. Foke dulu kuliah di sini dan sekarang jadi dubes di Jerman.
Penduduknya sekitar 250 ribu jiwa. Menariknya, Braunschweig mempunyai pengeluaran per kapita terbesar se-Eropa untuk penelitian. Universitas teknik tertua di Jerman juga berada di Braunschweig.
Saat ini, terdapat sekitar 3.400 WNI yang sedang menempuh pendidikan di Jerman dan jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya. BJ Habibie salah satu tokoh hebat alumni Jerman.
Menurut Prof Juergen Grueneberg, bangsa Jerman dikenal bertindak rasional, berdisiplin tinggi, bekerja keras, berorientasi sukses, tidak hedonis, hidup hemat, dan suka menabung. Selain itu, bangsa Jerman juga sangat memprioritaskan integritas serta menghargai waktu.
Rata-rata orang Jerman bekerja 35 jam per minggu atau 7 jam sehari. Relatif normal. Ketika waktu kerja, mereka tidak akan melakukan hal lain seperti mengobrol, membuka social media, dan sejenisnya. Ya, mereka cenderung fokus dan rajin bekerja, sehingga produktivitas yang tinggi bisa diraih dalam waktu yang singkat.
Orang Jerman secara umum kurang menyukai basa-basi. Mereka pun bisa membedakan urusan kerja dengan urusan pribadi. Bahkan pemerintah Jerman tidak menggalakkan pengiriman email kerjaan di atas jam 6 sore.
Saat tiba hari libur, mereka benar-benar berlibur. Boleh dibilang, jumlah hari libur mereka relatif banyak. Dalam setahun bisa mencapai 6 minggu dan itu belum termasuk jumlah cuti kerja 25-30 hari. Mereka meyakini, liburan dapat meningkatkan kesegaran pikiran dan produktivitas kerja.
Semoga kita semua bisa mengambil yang baik-baik dari bangsa Jerman. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
( Yuk beralih ke Telegram. Lebih ringan, lebih aman. Sudah lebih dari 40.000 orang beralih dari WA ke channel Telegram @ipphoright )
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Muda, Motivator Indonesia Terbaik
Rabu, 26 April 2017
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda
Siapa pahlawan favorit Anda?
Sebelum dijawab, simak dulu kisah berikut ini.
Soal ayam nih. Capek-capek hamil (baca: bunting), capek-capek bertelur. Terus? Telurnya diambil dan dimasak. Adakah sedikit apresiasi pada ayam? Nggak ada. Jerih-payah itu dinamai telur mata sapi, hehehe. Ayam yang pasang badan, sapi yang dapat nama.
Demikianlah pahlawan. Berkorban namun tak pernah mendapat nama. Seringnya begitu. Btw, tulisan ini saya ketik saat saya transit di Belanda menuju Jerman.
Salah satu pahlawan yang sangat berkesan di hati saya adalah Cut Nyak Dien. Ya, Cut Nyak Dien. Sampai-sampai saya mengunjungi rumahnya di Aceh. Menurut saya perjuangannya jelas, tanpa basa-basi. Demi negerinya, demi agamanya.
Dari berbagai literatur, kemudian kita tahu bahwa orangnya sangat tegas dan tegar. Pernah suatu kali Cut Nyak Dien berpesan, "Kita perempuan seharusnya tidak menangis di hadapan mereka yang telah syahid." Ini ia sampaikan pada anaknya Cut Gambang ketika ayahnya, Teuku Umar, tertembak mati.
Saat ini, Indonesia mengalami krisis keteladanan. Dalam artian, sulit mencari sosok yang bisa diteladani, boro-boro disebut pahlawan. Yang ada cuma sekelompok politisi yang berlagak jadi pahlawan. Betul apa betul?
Sudahlah, mari kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Berani berkorban. Nggak mikir nama. Mudah-mudahan keluarga kita akan mengenang kita sebagai pahlawan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Siapa pahlawan favorit Anda?
Sebelum dijawab, simak dulu kisah berikut ini.
Soal ayam nih. Capek-capek hamil (baca: bunting), capek-capek bertelur. Terus? Telurnya diambil dan dimasak. Adakah sedikit apresiasi pada ayam? Nggak ada. Jerih-payah itu dinamai telur mata sapi, hehehe. Ayam yang pasang badan, sapi yang dapat nama.
Demikianlah pahlawan. Berkorban namun tak pernah mendapat nama. Seringnya begitu. Btw, tulisan ini saya ketik saat saya transit di Belanda menuju Jerman.
Salah satu pahlawan yang sangat berkesan di hati saya adalah Cut Nyak Dien. Ya, Cut Nyak Dien. Sampai-sampai saya mengunjungi rumahnya di Aceh. Menurut saya perjuangannya jelas, tanpa basa-basi. Demi negerinya, demi agamanya.
Dari berbagai literatur, kemudian kita tahu bahwa orangnya sangat tegas dan tegar. Pernah suatu kali Cut Nyak Dien berpesan, "Kita perempuan seharusnya tidak menangis di hadapan mereka yang telah syahid." Ini ia sampaikan pada anaknya Cut Gambang ketika ayahnya, Teuku Umar, tertembak mati.
Saat ini, Indonesia mengalami krisis keteladanan. Dalam artian, sulit mencari sosok yang bisa diteladani, boro-boro disebut pahlawan. Yang ada cuma sekelompok politisi yang berlagak jadi pahlawan. Betul apa betul?
Sudahlah, mari kita mulai dari diri kita dan keluarga kita. Berani berkorban. Nggak mikir nama. Mudah-mudahan keluarga kita akan mengenang kita sebagai pahlawan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan Bidadari Ramadhan, siapakah dia? Impian pribadi, target ...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di ...








