Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan
Anda sudah menikah? Peneliti di Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat, menghelat survei terhadap 163 pasangan suami-istri. Hasilnya?
Menarik. Ternyata, pasangan yang saling mendukung cenderung lebih baik dalam menghadapi tantangan-tantangan dan cenderung #LebihSukses.
Laporan American Enterprise Institute menunjukkan, pria yang telah menikah cenderung bekerja lebih banyak 400 jam dalam setahun, ketimbang pria lajang dengan latar belakang yang sama. Rupanya, pria yang telah menikah lebih bisa diandalkan.
Satu lagi. Riset yang dihelat oleh para peneliti di Universitas Washington menyimpulkan, kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh dukungan pasangan mereka. Tidak main-main, para peneliti menilai reaksi-reaksi dari 4.544 pasangan yang telah menikah.
Kesimpulannya, apakah pernikahan itu menyukseskan? Hm. Tepatnya, pernikahan yang selaras dan saling mendukung. Bukan sekadar pernikahan. Kalau pasangannya bertengkar satu sama lain, tentu kita sama-sama tahu bagaimana dampaknya. Bad. Very bad.
Selaras dan saling mendukung, inilah yang utama. Insya Allah menentramkan dan menyukseskan. Yuk kita terapkan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Indonesia 2020. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Indonesia 2020. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 April 2018
Selasa, 10 April 2018
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Saya menganjurkan orang-orang untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Syukur-syukur kalau bisa rutin seminggu sekali.
Di sini perlu keberanian, ketenangan, dan pengendalian diri. Kuda tidak suka ditunggangi oleh orang yang cemas. Dan kuda bisa tahu apakah penunggangnya cemas atau tidak. Ini fakta, bukan mitos.
Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak mereka berenang, dan memanah, dan menunggang kuda. Pastilah ini bukan pekerjaan sia-sia atau sekadar mengisi waktu luang.
''Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah," pesan Nabi.
''Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda)," pesan Nabi.
Gimana dengan mengendarai mobil dan motor? Tentu saja ini perlu dan kita harus mampu. Tapi, ini sama sekali tidak menggantikan hikmah dan manfaat dari berkuda.
Dari segi kesehatan, berkuda bisa menjadi obat untuk berbagai penyakit atau masalah kesehatan. Seperti autis dan sakit jantung. Juga dapat menghilangkan sakit kepala, sakit pinggang, dan stress.
Sekali lagi, cobalah untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Kalau rutin seminggu sekali, tentu ini lebih baik. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Saya menganjurkan orang-orang untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Syukur-syukur kalau bisa rutin seminggu sekali.
Di sini perlu keberanian, ketenangan, dan pengendalian diri. Kuda tidak suka ditunggangi oleh orang yang cemas. Dan kuda bisa tahu apakah penunggangnya cemas atau tidak. Ini fakta, bukan mitos.
Umar bin Khattab telah mewajibkan penduduk Syam supaya mengajar anak-anak mereka berenang, dan memanah, dan menunggang kuda. Pastilah ini bukan pekerjaan sia-sia atau sekadar mengisi waktu luang.
''Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah," pesan Nabi.
''Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda)," pesan Nabi.
Gimana dengan mengendarai mobil dan motor? Tentu saja ini perlu dan kita harus mampu. Tapi, ini sama sekali tidak menggantikan hikmah dan manfaat dari berkuda.
Dari segi kesehatan, berkuda bisa menjadi obat untuk berbagai penyakit atau masalah kesehatan. Seperti autis dan sakit jantung. Juga dapat menghilangkan sakit kepala, sakit pinggang, dan stress.
Sekali lagi, cobalah untuk berkuda. Setidaknya, setahun sekali. Kalau rutin seminggu sekali, tentu ini lebih baik. Semoga sehat, berkah, dan berlimpah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia 2020, Motivator Indonesia Pilihan
Senin, 09 April 2018
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Saat bertemu guru, baiknya kita bukan sekadar berguru. Cobalah berkhidmat kalau perlu.
Di Tiongkok, terhadap guru Kung Fu, para murid bersikap begitu. Di pesantren, terhadap kyai dan ustadz, para santri bersikap begitu. Berkhidmat, ini budaya yang sangat bagus dan perlu ditiru.
Saya sering berpesan, "Mesti sungguh-sungguh ketika melayani tamu atau guru. Jangan biarkan mereka menunggu." Aktif dan proaktiflah sepanjang waktu.
#Berkhidmat ada tiga caranya. Dengan tenaga, harta, dan doa. Kalau dipakai semuanya, tentu ini lebih baik. Sekiranya belum bisa semuanya, niatkan dan ikhtiarkan. Insya Allah pelan-pelan akan dimampukan.
Ibnu Abbas ketika masih kecil berkhidmat dengan tenaga kepada Nabi, lalu Nabi mendoakan kecerdasan kepada Ibnu Abbas. Sekarang, kita mengenal Ibnu Abbas sebagai sahabat yang kuat daya ingatnya dan cerdas.
Guru pada umumnya tidak minta dihormati oleh muridnya. Namun, orang yang beradab dan sadar bahwa dirinya seorang murid harus tahu diri untuk menghormati gurunya. Right?
Lagi pula, berkhidmat ini penuh keberkahan. Fakhruddin al-Arsabandi, saat tenar dan berkuasa, mengungkapkan rahasia suksesnya, "Aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini karena berkhidmat kepada guruku."
Mari diterapkan. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Saat bertemu guru, baiknya kita bukan sekadar berguru. Cobalah berkhidmat kalau perlu.
Di Tiongkok, terhadap guru Kung Fu, para murid bersikap begitu. Di pesantren, terhadap kyai dan ustadz, para santri bersikap begitu. Berkhidmat, ini budaya yang sangat bagus dan perlu ditiru.
Saya sering berpesan, "Mesti sungguh-sungguh ketika melayani tamu atau guru. Jangan biarkan mereka menunggu." Aktif dan proaktiflah sepanjang waktu.
#Berkhidmat ada tiga caranya. Dengan tenaga, harta, dan doa. Kalau dipakai semuanya, tentu ini lebih baik. Sekiranya belum bisa semuanya, niatkan dan ikhtiarkan. Insya Allah pelan-pelan akan dimampukan.
Ibnu Abbas ketika masih kecil berkhidmat dengan tenaga kepada Nabi, lalu Nabi mendoakan kecerdasan kepada Ibnu Abbas. Sekarang, kita mengenal Ibnu Abbas sebagai sahabat yang kuat daya ingatnya dan cerdas.
Guru pada umumnya tidak minta dihormati oleh muridnya. Namun, orang yang beradab dan sadar bahwa dirinya seorang murid harus tahu diri untuk menghormati gurunya. Right?
Lagi pula, berkhidmat ini penuh keberkahan. Fakhruddin al-Arsabandi, saat tenar dan berkuasa, mengungkapkan rahasia suksesnya, "Aku mendapatkan kedudukan yang mulia ini karena berkhidmat kepada guruku."
Mari diterapkan. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia 2020
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan Bidadari Ramadhan, siapakah dia? Impian pribadi, target ...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di ...


