Kamis, 07 Juni 2018

Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik

Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik

Ramadhan mengajarkan dan melatih kita untuk berhemat. Baik dalam makan maupun dalam belanja. Itulah semestinya. Namun godaan selalu ada. Ya, selalu ada.
Motivator-Indonesia-Motivator-Terkenal-Motivator-Indonesia-Pilihan-Motivator-Terbaik

Motivator-Indonesia-Motivator-Terkenal-Motivator-Indonesia-Pilihan-Motivator-Terbaik

Survey platform belanja online asal AS, ThinkOver, menunjukkan perilaku belanja lebih spesifik pada wanita milenial. Adanya promosi potongan harga (diskon) menjadi faktor penting dalam keputusan berbelanja.

Sekitar 55 persen responden mengakui, mereka memeriksa situs web belanja untuk mengecek apakah ada diskon atau tidak. Dan 75 persen mengaku sangat kecewa jika barang yang diincar lagi diskon tapi mereka tidak menyadarinya.

Artinya, adanya pengumuman diskon sangatlah ditunggu-tunggu konsumen wanita milenial. Begitulah, adanya diskon besar-besaran merupakan godaan besar bagi wanita milenial.

Saya sering berpesan, "Kalau mau mapan, berarti kita mesti siap dengan tiga hal."
- rutin jualan
- hidup hemat
- beli aset

Terapkan. Insya Allah, pasti mapan. Boleh dibilang, hidup hemat itu penentu.

Simple? Iya. Namun bukan berarti easy. Teramat jarang orang yang menguasai tiga hal tersebut. Misal, dia demen jualan tapi boros. Dia siap hidup hemat tapi anti jualan.

Ramadhan insya Allah melatih kita untuk hidup hemat. Yuk kita serius atau lebih serius mengamalkannya. Semoga kita lulus dalam training ini.

Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terbaik

Minggu, 03 Juni 2018

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan

Interaksi sosial dengan manusia lain alias silaturahim ternyata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sistem imun dan pencegahan demensia. Ya, menyehatkan.

Semakin sering Anda berinteraksi, semakin besar pula kesempatan bagi Anda untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan risiko demensia yang lebih kecil.

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-terkenal-motivator-indonesia-pilihan

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-terkenal-motivator-indonesia-pilihan


Pesan guru saya:
- Silaturahim menyehatkan rohani.
- Silaturahim menyehatkan jasmani.
- Silaturahim memudahkan rezeki.

Satu lagi. Rata-rata, mood seseorang meningkat sekian persen ketika mereka tengah berkumpul bersama teman-temannya. Ya, menyehatkan rohani dan ujung-ujungnya menyehatkan jasmani.

Penelitian-penelitian yang dihelat terhadap mereka yang berusia panjang, ditemukan fakta bahwa mereka adalah orang-orang yang ramah, bersahabat, dan senang bersosialisasi. Wow!

Orang-orang seperti itu biasanya senang tertawa dan membagi perasaan dengan orang lain, ketimbang menyimpannya dalam hati. Berhubung dia ramah dan bersahabat, maka orang lain pun tak keberatan menerimanya.

Selanjutnya, simaklah dalil-dalil berikut ini:

"Sesiapa yang suka dilapangkan rezekinya  dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim,” HR Bukhari-Muslim.

Firman Allah, "Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan 'rahim' dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Sesiapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak-Nya. Dan sesiapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya,” HR Ahmad.

Suatu ketika Nabi Muhammad menjelaskan tentang kunci surga, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim,” HR Bukhari-Muslim.

Sedemikian besar manfaat silaturahim. Mungkin sebagian belum kita ketahui selama ini. Macam-macam istilahnya. Silaturahim boleh disebut interaksi sosial dan sosialisasi, boleh juga disebut networking.

Sekali lagi, begitu besar manfaat silaturahim. Setidaknya, inilah menurut berbagai penelitian dan dalil. Sekarang, tugas kita mempraktekkan dan membuktikan. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan

Rabu, 30 Mei 2018

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan

Sedekah ke pengemis di jalanan, boleh nggak? Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, hampir semua pengemis sudah tersistem. Terorganisir. Dilindungi preman dan oknum pejabat. Ini beneran.

Kayak franchise saja, pengemis-pengemis ini diberi 'wilayah beroperasi' dan harus membayar 'royalti' ke preman tertentu. Lalu, preman ini nyetor lagi ke oknum pejabat. Ya, tuh oknum pejabat serasa master franchise.
motivator-indonesia-pilihan-motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan

motivator-indonesia-pilihan-motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan

Siklus kezaliman ini terlihat kasat mata di kota-kota besar. Bukan kata orang. Terlihat bagaimana 'pihak manajemen' men-drop dan menjemput pengemis. Termasuk menyiapkan anak kecil untuk digendong. Saya sering sekali melihat prosesi ini di jalan-jalan.

Ketika Ramadhan, gerakan mereka pun semakin menjadi-jadi karena bisa mendapatkan uang sedekahan 3X atau 4x lebih besar.

Pernah memperhatikan bayi yang digendong itu? Selalu tidur pulas kan? Ya! Karena diberi obat tidur, obat bius, atau sejenisnya. Duh jahatnya. Logis saja, kebanyakan bayi akan rewel bila terkena terik matahari selama berjam-jam.

Asal tahu saja, pengemis biasa, tak akan bisa masuk seenaknya ke sebuah wilayah. Karena setiap wilayah sudah dipegang oleh preman dan oknum tertentu. Dengan kata lain, si pengemis hanya bisa beroperasi jika mau kongkalikong dengan preman dan oknum tersebut.

Sekiranya kita terus memberi dan 'memakmurkan' preman serta aparat tadi, maka kasihan sekali nasib bayi-bayi yang tak berdosa itu. Si pengemis? Mana mau tahu dia, toh itu bukan anaknya! Kebanyakan seperti itu!

Pengemis, preman, dan oknum yang tersistem adalah sebuah kezaliman. Ya, kezaliman. Kalau kita sudah tahu dan masih saja memberi, berarti ikut memakmurkan kezaliman. Lain halnya kalau kita belum tahu.

Terlepas dari itu, di Semarang, ada pengemis yang punya deposito di atas Rp 100 juta. Di Surabaya, ada pengemis yang punya mobil CRV. Di Kalsel, ada pengemis yang punya sedan. Dan masih banyak lagi publikasi tentang pengemis yang sebenarnya tajir-tajir. Googling saja.

Mungkin ada baiknya kita berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya saja, seperti Dompet Dhuafa (DD), ACT, atau sejenisnya. Mereka teraudit. Publik pun bisa mengecek.

Be wise.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan

Selasa, 29 Mei 2018

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik

Sedekah itu baik. Namun jangan mau juga kalau disalahgunakan. Itu kurang bijak, menurut saya.

Setiap sedekah tentu akan berbalas. Tapi alangkah baiknya jika tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Kurang berkah juga kalau kita tetap bersedekah, di mana kita tahu persis uang sedekah itu selalu disalahgunakan.

motivator-indonesia-pilihan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik

motivator-indonesia-pilihan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik

Pantaslah MUI dulu pernah tegas-tegas mengingatkan.

Kalau mau sedekah, via lembaga terpercaya dan teraudit saja. Seperti DD, ACT, RZ, PPPA, dll. Atau lembaga lain yang jelas track record-nya. Sebisa-bisanya BUKAN ke pengemis jalanan seperti kasus-kasus yang diberitakan di media. Tahukah Anda, ketika Ramadhan, income mereka bisa melesat tiga kali lipat!

Apabila kita lagi di jalan dan mau bersedekah, yah beli saja barang-barang dari pedagang kecil atau asongan. Kalau perlu, kasih lebih ke mereka. Jangan nawar. Masih mending mereka tho? Mau mengerahkan tenaganya. Menjaga harga dirinya. Nggak ngemis. Nggak melas.

Sekali lagi, alangkah baiknya jika sedekah kita tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Mudah-mudahan menjadi kebaikan yang terhitung sempurna. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik

Minggu, 27 Mei 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik

Ketika pemain bola refleks bersyukur dan bersujud, foto dan videonya jadi viral di mana-mana. Ini bagus, menurut saya. Jadi contoh. Namun ternyata masih ada saja yang nyinyir dan nyindir-nyindir.

Merasa ilmu agamanya paling dalam, langsung saja mereka nyeletuk, "Sujud syukur yang dicontohkan Rasul itu ada tata caranya. Menutup aurat, menghadap kiblat, ada wudhu, bebas hadas besar, dan bebas hadas kecil."

Motivator-Perusahaan-Motivator-Indonesia-Pilihan-Motivator-Indonesia-Terbaik

Motivator-Perusahaan-Motivator-Indonesia-Pilihan-Motivator-Indonesia-Terbaik

Sebenarnya, menurut Ibnu Taimiyah, hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja, bukan syarat mutlak. Sekali lagi, bukan syarat mutlak.

Begini. Berdoa pun ada tata caranya. Namun apabila tata cara berdoa ini tidak terpenuhi 100%, bukan berarti berdoa serba spontan itu salah. Toh masih ada bagusnya. Namanya doa yah pasti bagus.

Lihat saja diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Kadang Muslim refleks berdoa dalam hati tanpa menghadap kiblat dan tanpa wudhu sama sekali. Mungkin di jalan, di mobil, di kelas, di gedung, di lapangan. Tetap bagus tho?

Be positive. Sudah mending si atlit itu sujud, mengakui kekuatan Tuhan-nya, bukan bangga-banggain dirinya. Jangan lagi kita salah-salahin. Kalaupun mau berdakwah, tentu ada cara, waktu, dan adabnya.

Termasuk kepada orang-orang yang berpuasa di sekitar kita. Mungkin banyak yang belum ideal. Sikap positif kita sangat diharapkan. Ya, sangat diharapkan. Adab, salah satunya.

Zaman sekarang, bukan ilmu yang kurang. Mungkin adab yang kurang. Itu kesimpulan saya. Semoga kita dan teman-teman kita terpelihara dari sikap-sikap yang tanpa adab.


Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik

Kamis, 24 Mei 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di dunia! Itulah yang sebenarnya. Dan salah satu output yang diharapkan adalah meningkatnya kepekaan dan kepedulian kita kepada sesama. Mungkin dengan berbagi. Mungkin dengan memberdayakan.

Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik-otivator-indonesia-pilihan

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik-otivator-indonesia-pilihan

Ya begitu. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk 'Top Incomes and Human Well-Being Around the World' dan disarikan kembali dalam The Guardian.

Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.

Tentu, ini tidak mudah. Apalagi keluarga kaya cenderung ingin bersanding dengan keluarga kaya lainnya. Menurut penelitian University of California, orang tua yang kaya cenderung menikahkan anaknya demi harta dan masa depan yang lebih cerah bagi sang anak. Ini juga dilansir oleh WesternDailyPress.co.uk.

Begini. Tidak mudah bukan berarti mustahil. Right? Kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Saya melihat, ketika kekayaan terpusat pada segelintir orang, maka kedengkian dan ujung-ujungnya kriminalitas akan meningkat. Yang rugi yah kita semua.

Bulan puasa mengajarkan kita untuk lebih peka dan lebih peduli. Betul apa betul? Apalagi saat zakat fitrah dan zakat harta dikeluarkan. Sekali lagi, kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Insya Allah pasti berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Rabu, 23 Mei 2018

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan

Gimana puasa Anda hari ini? Semoga baik-baik saja bahkan lebih baik daripada hari sebelumnya. Aamiin.

Tempat berbuka puasa paling indah, di manakah itu? Menurut saya, Madinah. Sekali lagi, Madinah. Tepatnya di Masjid Nabawi atau di pekarangan Masjid Nabawi.

motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-pilihan

motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-pilihan

Tahun 2009, bertepatan Ramadhan, saya berumrah dengan ibu saya, alhamdulillah. Ini pengalaman yang amat berkesan bagi saya dan tak terlupakan.

Menjelang waktu berbuka, orang Arab dan bangsa lainnya berlomba-lomba berbagi bukaan puasa. Makanan enak pun dihamparkan di mana-mana dan gratis tentunya.

Boleh dibilang, kebutuhan berbuka dan sahur Anda akan tercukupi, walaupun Anda tidak mengantongi uang sama sekali. Kebersamaan dan saling berbagi, betapa indahnya!

Taraweh? Jangan ditanya, di situlah pertama kali saya mendengar suara Imam Sudais secara langsung dan saya pun menangis terisak-isak.

Alhamdulillah, beberapa waktu kemudian, saya sempat bertemu dan bersalaman dengan beliau (masya Allah tangan beliau halus sekali dan wangi sekali).

Dengan izin Allah, saya pernah berpuasa di Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Amerika. Menurut saya, tempat berbuka puasa paling indah yah #Madinah. Benar-benar nyaman.

Memang, berpuasa di mana saja hendaknya sama. Tapi begitu Anda menginjakkan kaki di Madinah dan Mekkah, Anda akan tahu bedanya. Benar-benar beda. Yang belum, niatkan ya. Semoga kelak kesampaian juga. Saya turut mengaminkan. Aamiin.

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan

PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!

Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...