Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Youtube, Motivator Ippho Santosa
Siap dengan risiko dan tahan banting, inilah dua ciri utama pengusaha.
Ketika ditanya, "Siapa yang MAU jadi pengusaha?" hampir semua orang mengacungkan tangannya.
Ketika lanjut ditanya, "Siapa yang SIAP jadi pengusaha?" sebagian besar orang menyembunyikan tangannya.
Anda termasuk yang mana?
Atau Anda jenis orang yang berani memulai usaha tapi tidak tahan dengan penolakan-penolakan?
Katanya mau jadi pengusaha. Jualan, malu. Ditolak, malu. Rugi, kapok. Gagal, kapok. Bangkrut, kapok. Ditipu, kapok. Alasannya segerobak. Malesnya sekontainer.
Situ serius mau jadi pengusaha? Hehehe.
Hei, punya usaha itu mudah. Untuk bener-bener jadi pengusaha, nah itu yang nggak mudah. Di sini kita bukan sekadar berani melangkah, tapi juga pantang menyerah (baca: tahan banting). Anda sanggupkah?
Di sini saya cuma mengingatkan. Sekali lagi, siap dengan risiko dan tahan banting, inilah dua ciri utama pengusaha. Sekiranya Anda tidak punya dua ciri ini, lupakan saja cita-cita Anda untuk menjadi pengusaha.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Youtube, Motivator Ippho Santosa
Rabu, 28 Maret 2018
Selasa, 27 Maret 2018
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Bisnis BUKAN sekadar sistem, tapi juga tim dan ekosistem.
Tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia kerja.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari perusahaan. Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Anda bukan Avengers atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Tips terakhir? Tanya dan cek social media mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Selamat mencoba. Mudah-mudahan bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Bisnis BUKAN sekadar sistem, tapi juga tim dan ekosistem.
Tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia kerja.
Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari perusahaan. Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.
Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.
Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Anda bukan Avengers atau Expendables. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.
Tips terakhir? Tanya dan cek social media mereka. Biasanya, karakter asli mereka tercermin melalui postingan-postingan mereka. Tentu, ini bukan patokan tapi sangat layak jadi bahan pertimbangan.
Selamat mencoba. Mudah-mudahan bermanfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kerja itu ibadah.
Rezeki itu amanah.
Yang namanya ibadah, yah harus hati-hati. Demikian pula dengan amanah, harus hati-hati. Nggak boleh sembarangan seenak hati.
Saat sesuatu kita anggap ibadah maka patokan nomor satu adalah ridha Allah, bukan rupiah. Betulkah?
Sekali lagi, kerja itu ibadah. Maka berhati-hatilah. Karena yang ingin kita raih adalah ridha Allah.
Sayang sekali kalau kita capek-capek bekerja 8 jam sehari, ternyata yang diperoleh cuma rupiah. Ridha Allah? Antah-berantah. Sayang sekali.
Nah, agar kerja bernilai ibadah, mari perbaiki niat kita dan cara kita. Ingatlah, niat itu semacam visi alias penentu arah sehingga kita tidak salah langkah.
Mungkin tulisan ini belum bisa dicerna sepenuhnya saat in. Tapi, insya Allah sembari berjalannya waktu, kita akan memahaminya satu per satu.
Selamat beraktivitas teman-teman.
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Kerja itu ibadah.
Rezeki itu amanah.
Yang namanya ibadah, yah harus hati-hati. Demikian pula dengan amanah, harus hati-hati. Nggak boleh sembarangan seenak hati.
Saat sesuatu kita anggap ibadah maka patokan nomor satu adalah ridha Allah, bukan rupiah. Betulkah?
Sekali lagi, kerja itu ibadah. Maka berhati-hatilah. Karena yang ingin kita raih adalah ridha Allah.
Sayang sekali kalau kita capek-capek bekerja 8 jam sehari, ternyata yang diperoleh cuma rupiah. Ridha Allah? Antah-berantah. Sayang sekali.
Nah, agar kerja bernilai ibadah, mari perbaiki niat kita dan cara kita. Ingatlah, niat itu semacam visi alias penentu arah sehingga kita tidak salah langkah.
Mungkin tulisan ini belum bisa dicerna sepenuhnya saat in. Tapi, insya Allah sembari berjalannya waktu, kita akan memahaminya satu per satu.
Selamat beraktivitas teman-teman.
Motivator Indonesia Ippho Santosa, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik
Senin, 26 Maret 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Support warung tetangga, sebisanya. Toh, ini bagian dari silaturahim dan meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekonomi umat)
Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.
Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.
Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?
Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu. Betul apa betul?
Satu hal lagi. Ya, warung tetangga memang belum ideal. Tapi kalau kita dukung (support) terus-menerus, insya Allah ideal juga. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Support warung tetangga, sebisanya. Toh, ini bagian dari silaturahim dan meningkatkan ekonomi kerakyatan (ekonomi umat)
Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.
Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.
Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?
Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu. Betul apa betul?
Satu hal lagi. Ya, warung tetangga memang belum ideal. Tapi kalau kita dukung (support) terus-menerus, insya Allah ideal juga. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Ippho Santosa
Kamis, 22 Maret 2018
Motivator Indonesia Ippho Santosa Ingatkan Tentang Potensi Pasar Online (Motivator Indonesia YouTube)
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia YouTube
Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengingatkan peserta tentang potensi dunia online.
Fyi, pasar online Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan teraktif sedunia. Hebatnya, pasar sebagus ini bisa dicapai dari rumah Anda. Tepatnya dari laptop dan handphone Anda.
Sebut saja, internet marketing.
Lagian ini tidak sesulit dan serumit yang Anda bayangkan. Terbukti anak SMP dan SMU bisa melakukannya. Ya, menghasilkan uang. Dan sudah banyak buktinya.
Begini. Awal-awal berbisnis, mungkin kita asal buka dan asal online. Yah, silakan. Namun untuk membesarkan bisnis, kita perlu ilmu dan strategi. Nggak bisa asal-asalan.
Dengan kata lain, belajar itu harus. Tentu saja, bukan sembarang belajar, melainkan belajar intens bersama ahli-ahlinya. Karena, dengan belajar akan terjadi percepatan.
Menimbang hal ini, saya merasa kita semua perlu belajar. Khusus tentang internet marketing. Sekian dari saya, Ippho Santosa, salah satu motivator Indonesia.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia YouTube
Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengingatkan peserta tentang potensi dunia online.
Fyi, pasar online Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan teraktif sedunia. Hebatnya, pasar sebagus ini bisa dicapai dari rumah Anda. Tepatnya dari laptop dan handphone Anda.
Sebut saja, internet marketing.
Lagian ini tidak sesulit dan serumit yang Anda bayangkan. Terbukti anak SMP dan SMU bisa melakukannya. Ya, menghasilkan uang. Dan sudah banyak buktinya.
Begini. Awal-awal berbisnis, mungkin kita asal buka dan asal online. Yah, silakan. Namun untuk membesarkan bisnis, kita perlu ilmu dan strategi. Nggak bisa asal-asalan.
Dengan kata lain, belajar itu harus. Tentu saja, bukan sembarang belajar, melainkan belajar intens bersama ahli-ahlinya. Karena, dengan belajar akan terjadi percepatan.
Menimbang hal ini, saya merasa kita semua perlu belajar. Khusus tentang internet marketing. Sekian dari saya, Ippho Santosa, salah satu motivator Indonesia.
Motivator Indonesia, Motivator Indonesia YouTube
Selasa, 20 Maret 2018
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Kaya atau miskin, ada keutamaan tersendiri.
Kaya, kalau sombong dan takabur, buat apa?
Miskin, kalau mengeluh dan kufur, buat apa?
Ingat. Kaya atau miskin, masing-masing adalah ujian (life test).
Sahabat Nabi, ada yang kaya, ada pula yang miskin. Ini menjadi pelajaran bagi kita.
Jangan meremehkan satu sama lain. Entah kita kaya atau miskin. Insya Allah masing-masing ada perannya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Kaya atau miskin, ada keutamaan tersendiri.
Kaya, kalau sombong dan takabur, buat apa?
Miskin, kalau mengeluh dan kufur, buat apa?
Ingat. Kaya atau miskin, masing-masing adalah ujian (life test).
Sahabat Nabi, ada yang kaya, ada pula yang miskin. Ini menjadi pelajaran bagi kita.
Jangan meremehkan satu sama lain. Entah kita kaya atau miskin. Insya Allah masing-masing ada perannya.
Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Ippho Santosa Ingatkan Soal Kekayaan
Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan
Haruskah kaya? Tidak juga.
Tapi, tidak dapat dipungkiri, dengan kekayaan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya memerlukan #harta. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Amin.
Si kaya yang soleh dan si miskin yang soleh, dua-duanya sama-sama mulia. Tapi, kemungkinan besar, si kaya yang soleh bisa melakukan banyak hal seperti membangun rumah ibadah, menghajikan, mengumrahkan, dll. Ya, kemungkinan besar manfaatnya jauuuh lebih besar.
Pada akhirnya, kuncinya terletak di niat. Kalau kaya, mau ngapain? Jawaban kita sangat menentukan apakah kita akan menjadi si kaya yang benar atau tidak, si kaya yang diridhai Allah atau tidak.
Semoga manfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan
Haruskah kaya? Tidak juga.
Tapi, tidak dapat dipungkiri, dengan kekayaan, banyak hal yang bisa kita lakukan. Jadi, tak ada masalah dengan harta yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya.
"Berjuanglah dengan harta dan jiwa," demikian perintah-Nya. Perhatikan, kata 'harta' diletakkan di depan. Begitulah keutamaan harta. Primer, bukan sekunder.
![]() |
| Add caption |
Membangun sekolah, membangun rumah sakit, membangun rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, sedekah, zakat, wakaf, dan ekonomi syariah, semuanya memerlukan #harta. Betul apa betul?
Maka, jangan tabu terhadap harta. Biasa saja. Boleh-boleh saja didapatkan dalam jumlah yang banyak. Asalkan jelas dari mana dan ke mana-nya. Semoga kita semua dimampukan. Amin.
Si kaya yang soleh dan si miskin yang soleh, dua-duanya sama-sama mulia. Tapi, kemungkinan besar, si kaya yang soleh bisa melakukan banyak hal seperti membangun rumah ibadah, menghajikan, mengumrahkan, dll. Ya, kemungkinan besar manfaatnya jauuuh lebih besar.
Pada akhirnya, kuncinya terletak di niat. Kalau kaya, mau ngapain? Jawaban kita sangat menentukan apakah kita akan menjadi si kaya yang benar atau tidak, si kaya yang diridhai Allah atau tidak.
Semoga manfaat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan Bidadari Ramadhan, siapakah dia? Impian pribadi, target ...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan Gimana puasa Anda hari ini? Semoga baik-baik saja bahkan l...




