Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Ragu-ragu? Tidak akan jadi sesuatu.
Kalau engkau #yakin, maka mereka akan turut yakin dan mengikuti langkahmu.
Tapi, kalau engkau #ragu, mereka akan turut ragu dan jadilah langkah-langkah semu.
Yakin itu menular, demikian pula kalau ragu. Maka, yakinlah selalu. Ya, selalu.
Guru saya pernah berpesan, "Yakinlah. Benar-benar yakin. Menariknya, orang yang yakin bukan saja lebih sukses, ternyata juga lebih sehat." Ternyata otak dan tubuh pun menyukai orang yang yakin.
Satu lagi. Persahabatan akan mempengaruhi kadar keyakinan. Nasihat guru saya, "Sepuluh #OrangTerdekat denganmu akan mempengaruhi akhlakmu, keyakinanmu, bahkan pendapatanmu. Ingat itu."
Sekarang, saya mau bertanya, "Apakah teman-teman yakin bisa lebih sukses pada 2018 ini?"
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Senin, 30 April 2018
Jumat, 27 April 2018
Motivator Indonesia Terpilih , Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Terpilih , Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Don't use the words, "I can't."
Sometimes it means, "I'm lazy."
Maksudnya? Ngaku nggak bisa, seringkali artinya #malas.
Ini bukan pesan saya, melainkan pesan Robert Kiyosaki. Ya, soal malas, kita perlu berhati-hati. Saya pribadi dua kali bertemu Robert Kiyosaki dan istri. Dari mereka, ilmu-ilmu finansial yang saya pelajari.
Satu lagi. Berhentilah ngeles dengan berseru, "Maaf, saya gaptek." Itu sebenarnya hanya menunjukkan kemalasan Anda serta keengganan Anda untuk belajar dan berbenah. Betul apa betul?
Ya, kita manusia biasa. Kalaupun pernah malas, yah jangan lama-lama. Kenapa?
Orang bodoh, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
Orang kampung, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
Orang kuper, tahu-tahu jadi kaya. Ini sering terjadi...
TAPI, orang malas, tahu-tahu jadi kaya, ini hampir-hampir TIDAK PERNAH terjadi.
Hei, nggak perlu tersinggung. Mari kita sama-sama introspeksi dan memperbaiki diri. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia Terpilih , Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal
Kamis, 26 April 2018
Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Infinity War, sudah nonton? Film fiksi nih.
Bagi saya, Iron Man 2, Iron Man 3, dan Avengers 1 jauh lebih seru ketimbang #InfinityWar. Yang ini seru? Tetap seru. Sekali lagi, tetap seru. Tapi begitulah. Don't expect too much. Itu saran saya.
Btw, siapa saja yang tewas kali ini? 🙄
Hampir semua orang kecele. Dalam 'Infinity War' (Part I) ini, hero-hero yang tewas tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Nggak ketebak.
Sebagai penonton di hari pertama, saya termasuk orang yang tidak bisa menebak. Yang jelas, Marvel akan memperkenalkan superhero baru di Infinity War berikutnya (Part II). Captain Marvel, namanya.
Jauh-jauh hari sebelumnya, di film Goosebumps telah disampaikan bahwa sebenarnya film itu cuma punya tiga bagian. Pertama, pendahuluan. Kedua, pertengahan. Ketiga, KEJUTAN. Cuma itu.
Btw, tulisan-tulisan seperti ini rutin saya share di Telegram, tepatnya di channel @ipphoright.
Lantas, apa hikmahnya buat kita? Begini. Kejutan menjadi sesuatu yang wajib dalam bisnis. Konsumen itu haus akan kejutan. Tak harus dengan produk baru. Namun kita bisa mengejutkan konsumen dengan iklan baru atau endorser baru.
Ya, sudah fitrahnya manusia menyukai kejutan. Dengan cara positif, tentunya. Kalau caranya sampai negatif, yah, jangan. Sekali lagi, mari selipkan kejutan demi kejutan dalam bisnis kita. Tidak harus mahal. Tidak harus besar-besaran.
Siap? Saya harap Anda siap.
Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Infinity War, sudah nonton? Film fiksi nih.
Bagi saya, Iron Man 2, Iron Man 3, dan Avengers 1 jauh lebih seru ketimbang #InfinityWar. Yang ini seru? Tetap seru. Sekali lagi, tetap seru. Tapi begitulah. Don't expect too much. Itu saran saya.
Btw, siapa saja yang tewas kali ini? 🙄
Hampir semua orang kecele. Dalam 'Infinity War' (Part I) ini, hero-hero yang tewas tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Nggak ketebak.
Sebagai penonton di hari pertama, saya termasuk orang yang tidak bisa menebak. Yang jelas, Marvel akan memperkenalkan superhero baru di Infinity War berikutnya (Part II). Captain Marvel, namanya.
Jauh-jauh hari sebelumnya, di film Goosebumps telah disampaikan bahwa sebenarnya film itu cuma punya tiga bagian. Pertama, pendahuluan. Kedua, pertengahan. Ketiga, KEJUTAN. Cuma itu.
Btw, tulisan-tulisan seperti ini rutin saya share di Telegram, tepatnya di channel @ipphoright.
Lantas, apa hikmahnya buat kita? Begini. Kejutan menjadi sesuatu yang wajib dalam bisnis. Konsumen itu haus akan kejutan. Tak harus dengan produk baru. Namun kita bisa mengejutkan konsumen dengan iklan baru atau endorser baru.
Ya, sudah fitrahnya manusia menyukai kejutan. Dengan cara positif, tentunya. Kalau caranya sampai negatif, yah, jangan. Sekali lagi, mari selipkan kejutan demi kejutan dalam bisnis kita. Tidak harus mahal. Tidak harus besar-besaran.
Siap? Saya harap Anda siap.
Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Rabu, 25 April 2018
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih
Jalan-jalan, bolehkah?
Jalan-jalan itu bagus.
#JalanJalan tak melulu duniawi. Tergantung bagaimana kita meniatkan. Saat travelling, kita bisa merenungi sejarah, men-tadabur alam, dan mensyukuri nikmat.
Kalau sudah begitu, insya Allah jalan-jalan bukan lagi kegiatan yang sia-sia. Bahkan menurut Ustadz Adi Hidayat, jalan-jalan bisa menjadi sunnah kalau diniatkan untuk menambah iman dan amal.
Coba kita lihat baik-baik cuplikan QS 30:42 yaitu, “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu." Ya, mengadakan perjalanan.
Ingat, jalan-jalan tak harus jauh-jauh, tak harus mahal-mahal. Mulai saja dari yang terdekat. Minimal sekali setahun. Sesekali. Dan jalan-jalan itu mengasah otak kanan, menurut Daniel Pink. Bukankah jalan-jalan membuat kita lebih refresh?
Dalam menyikapi berbagai urusan, saya membaginya menjadi lima urutan, yaitu 5F alias Faith, Family, Friends, Finance, dan Fun. Memang, jalan-jalan adalah bagian dari Fun yang merupakan urutan terakhir.
Tapi jangan salah, kalau ini diabaikan, lama-lama pikiran kita bisa sumpek dan mengganggu F yang lain. Kata orang, akibat kurang piknik. Hehe. Maka, ada baiknya unsur Fun ini turut diperhatikan.
Kembali soal jalan-jalan. Sejarah Islam mengenal para penjelajah (Ibnu Battuta, Cheng Ho, dll). Bahkan agama Islam memudahkan dan memuliakan para musafir. Imam Syafii juga menganjurkan kita untuk menjelajah negeri-negeri.
Kitab Suci pun menganjurkan kita untuk mengenal suku-suku dan bangsa-bangsa. Nah, amat sulit bagi kita untuk mengenali suku-suku dan bangsa-bangsa kalau kita diam saja di tempat tinggal kita. Betul apa betul?
Saya, Ippho Santosa, mengajak Anda semua untuk jalan-jalan. Sesekali. Bukan setiap hari. Semoga Anda setuju dengan tulisan ini. Pada akhirnya, go travelling!
(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Silakan bergabung)
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih
Jalan-jalan, bolehkah?
Jalan-jalan itu bagus.
#JalanJalan tak melulu duniawi. Tergantung bagaimana kita meniatkan. Saat travelling, kita bisa merenungi sejarah, men-tadabur alam, dan mensyukuri nikmat.
Kalau sudah begitu, insya Allah jalan-jalan bukan lagi kegiatan yang sia-sia. Bahkan menurut Ustadz Adi Hidayat, jalan-jalan bisa menjadi sunnah kalau diniatkan untuk menambah iman dan amal.
Coba kita lihat baik-baik cuplikan QS 30:42 yaitu, “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu." Ya, mengadakan perjalanan.
Ingat, jalan-jalan tak harus jauh-jauh, tak harus mahal-mahal. Mulai saja dari yang terdekat. Minimal sekali setahun. Sesekali. Dan jalan-jalan itu mengasah otak kanan, menurut Daniel Pink. Bukankah jalan-jalan membuat kita lebih refresh?
Dalam menyikapi berbagai urusan, saya membaginya menjadi lima urutan, yaitu 5F alias Faith, Family, Friends, Finance, dan Fun. Memang, jalan-jalan adalah bagian dari Fun yang merupakan urutan terakhir.
Tapi jangan salah, kalau ini diabaikan, lama-lama pikiran kita bisa sumpek dan mengganggu F yang lain. Kata orang, akibat kurang piknik. Hehe. Maka, ada baiknya unsur Fun ini turut diperhatikan.
Kembali soal jalan-jalan. Sejarah Islam mengenal para penjelajah (Ibnu Battuta, Cheng Ho, dll). Bahkan agama Islam memudahkan dan memuliakan para musafir. Imam Syafii juga menganjurkan kita untuk menjelajah negeri-negeri.
Kitab Suci pun menganjurkan kita untuk mengenal suku-suku dan bangsa-bangsa. Nah, amat sulit bagi kita untuk mengenali suku-suku dan bangsa-bangsa kalau kita diam saja di tempat tinggal kita. Betul apa betul?
Saya, Ippho Santosa, mengajak Anda semua untuk jalan-jalan. Sesekali. Bukan setiap hari. Semoga Anda setuju dengan tulisan ini. Pada akhirnya, go travelling!
(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Silakan bergabung)
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih
Senin, 23 April 2018
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal
Dalam berbisnis, saya mengajak dan mengajarkan mitra-mitra untuk aktif di FB dan IG.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai (baca: optimasi), bukan sekadar tahu, bukan sekadar aktif.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Ya, lebih berdaya beli. Secara umum yah begitu.
Ini bukan selera. Mungkin saja Anda lebih suka Twitter atau socmed yang lainnya. Masalahnya pasar (saat ini) berada di FB dan IG. Akankah kita diam saja? Atau sekadar aktif tapi tidak teroptimasi? Duh, ini sayang sekali.
Saran saya, pastikan aktif, pastikan teroptimasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal
Dalam berbisnis, saya mengajak dan mengajarkan mitra-mitra untuk aktif di FB dan IG.
Facebook (FB) adalah tempat berkumpulnya user yang paling besar. Kalau Instagram (IG)? Tempat berkumpulnya user yang paling prospek. Kedua-duanya perlu kita kuasai (baca: optimasi), bukan sekadar tahu, bukan sekadar aktif.
"Instagram merupakan alat pemasaran yang sangat efektif bagi perusahaan untuk mengenalkan produknya. Selebriti juga memperhitungkan akun mereka secara efektif," ungkap Mike Bandar, pendiri HopperHQ.
Apalagi user IG lebih berdaya beli ketimbang user FB. Ya, lebih berdaya beli. Secara umum yah begitu.
Ini bukan selera. Mungkin saja Anda lebih suka Twitter atau socmed yang lainnya. Masalahnya pasar (saat ini) berada di FB dan IG. Akankah kita diam saja? Atau sekadar aktif tapi tidak teroptimasi? Duh, ini sayang sekali.
Saran saya, pastikan aktif, pastikan teroptimasi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terkenal
Motivator Motivator Indonesia Terpilih, Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Motivator Indonesia Terpilih, Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Anda ganteng? Cantik?
Kalau tidak pun, itu oke-oke saja. Nggak masalah sama sekali.
Wajah rupawan secara fisik tidak selalu berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial. Ya, tidak selalu. Penelitian terbaru mengungkapkan, orang-orang yang tidak menarik justru menghasilkan uang yang lebih banyak.
Apa iya?
Iya. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. Tim periset adalah Satoshi Kanazawa dari Sekolah Ilmu Ekonomi dan Politik di London serta Mary Still dari Universitas Massachusetts di Boston.
Hasilnya, mereka yang 'sangat tidak menarik' malah mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi. Ya, mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi.
Kok bisa? Kenapa? "Ternyata, tidak rupawan menjadi sesuatu yang bisa memotivasi dan memaksa seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Maka dia akan bekerja lebih keras," ujar penulis Roy Cohen.
"Pada beberapa profesi, wajah cantik bahkan menjadi hambatan tersendiri (bagi kaum wanita)," papar Stefanie Johnson, peneliti dari UC Denver Business School, yang telah menghelat penelitian tentang gender dan bidang-bidang pekerjaan.
Terus, apa poinnya buat kita semua? Jangan terpaku pada rupawan atau kurang rupawan. Jangan. Bagaimanapun kerja keras jauh 'lebih berbunyi' daripada apapun. Betul apa betul?
Kalau kita berhasil pada suatu hal karena kerja keras, ini menjadi something yang sangat fair. Semua orang bisa menerimanya dan kita boleh bangga karenanya. Akan beda ceritanya kalau semata-mata karena rupawan.
Mari isi hari-hari kita dengan kerja keras. Semoga berkah berlimpah. Selamat beraktivitas teman-teman!
Motivator Motivator Indonesia Terpilih, Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Anda ganteng? Cantik?
Kalau tidak pun, itu oke-oke saja. Nggak masalah sama sekali.
Wajah rupawan secara fisik tidak selalu berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial. Ya, tidak selalu. Penelitian terbaru mengungkapkan, orang-orang yang tidak menarik justru menghasilkan uang yang lebih banyak.
Apa iya?
![]() |
| Motivator Indonesia |
![]() |
| Motivator Indonesia |
Iya. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. Tim periset adalah Satoshi Kanazawa dari Sekolah Ilmu Ekonomi dan Politik di London serta Mary Still dari Universitas Massachusetts di Boston.
Hasilnya, mereka yang 'sangat tidak menarik' malah mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi. Ya, mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi.
Kok bisa? Kenapa? "Ternyata, tidak rupawan menjadi sesuatu yang bisa memotivasi dan memaksa seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Maka dia akan bekerja lebih keras," ujar penulis Roy Cohen.
"Pada beberapa profesi, wajah cantik bahkan menjadi hambatan tersendiri (bagi kaum wanita)," papar Stefanie Johnson, peneliti dari UC Denver Business School, yang telah menghelat penelitian tentang gender dan bidang-bidang pekerjaan.
Terus, apa poinnya buat kita semua? Jangan terpaku pada rupawan atau kurang rupawan. Jangan. Bagaimanapun kerja keras jauh 'lebih berbunyi' daripada apapun. Betul apa betul?
Kalau kita berhasil pada suatu hal karena kerja keras, ini menjadi something yang sangat fair. Semua orang bisa menerimanya dan kita boleh bangga karenanya. Akan beda ceritanya kalau semata-mata karena rupawan.
Mari isi hari-hari kita dengan kerja keras. Semoga berkah berlimpah. Selamat beraktivitas teman-teman!
Motivator Motivator Indonesia Terpilih, Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik
Kamis, 19 April 2018
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terbaik
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terbaik
Kalau Anda ingin menjual lebih banyak, sepertinya Anda harus membaca tulisan ini.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Beneran, memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Joe Girard, seorang penjual terbaik dan terkenal, juga memiliki cara pandang begitu. Jaring dulu, baru saring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Happy action!
Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terpilih, Motivator Indonesia Terbaik
Kalau Anda ingin menjual lebih banyak, sepertinya Anda harus membaca tulisan ini.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Beneran, memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Joe Girard, seorang penjual terbaik dan terkenal, juga memiliki cara pandang begitu. Jaring dulu, baru saring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Happy action!
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan Bidadari Ramadhan, siapakah dia? Impian pribadi, target ...
-
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan Gimana puasa Anda hari ini? Semoga baik-baik saja bahkan l...






