Rabu, 30 Mei 2018

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan

Sedekah ke pengemis di jalanan, boleh nggak? Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, hampir semua pengemis sudah tersistem. Terorganisir. Dilindungi preman dan oknum pejabat. Ini beneran.

Kayak franchise saja, pengemis-pengemis ini diberi 'wilayah beroperasi' dan harus membayar 'royalti' ke preman tertentu. Lalu, preman ini nyetor lagi ke oknum pejabat. Ya, tuh oknum pejabat serasa master franchise.
motivator-indonesia-pilihan-motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan

motivator-indonesia-pilihan-motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan

Siklus kezaliman ini terlihat kasat mata di kota-kota besar. Bukan kata orang. Terlihat bagaimana 'pihak manajemen' men-drop dan menjemput pengemis. Termasuk menyiapkan anak kecil untuk digendong. Saya sering sekali melihat prosesi ini di jalan-jalan.

Ketika Ramadhan, gerakan mereka pun semakin menjadi-jadi karena bisa mendapatkan uang sedekahan 3X atau 4x lebih besar.

Pernah memperhatikan bayi yang digendong itu? Selalu tidur pulas kan? Ya! Karena diberi obat tidur, obat bius, atau sejenisnya. Duh jahatnya. Logis saja, kebanyakan bayi akan rewel bila terkena terik matahari selama berjam-jam.

Asal tahu saja, pengemis biasa, tak akan bisa masuk seenaknya ke sebuah wilayah. Karena setiap wilayah sudah dipegang oleh preman dan oknum tertentu. Dengan kata lain, si pengemis hanya bisa beroperasi jika mau kongkalikong dengan preman dan oknum tersebut.

Sekiranya kita terus memberi dan 'memakmurkan' preman serta aparat tadi, maka kasihan sekali nasib bayi-bayi yang tak berdosa itu. Si pengemis? Mana mau tahu dia, toh itu bukan anaknya! Kebanyakan seperti itu!

Pengemis, preman, dan oknum yang tersistem adalah sebuah kezaliman. Ya, kezaliman. Kalau kita sudah tahu dan masih saja memberi, berarti ikut memakmurkan kezaliman. Lain halnya kalau kita belum tahu.

Terlepas dari itu, di Semarang, ada pengemis yang punya deposito di atas Rp 100 juta. Di Surabaya, ada pengemis yang punya mobil CRV. Di Kalsel, ada pengemis yang punya sedan. Dan masih banyak lagi publikasi tentang pengemis yang sebenarnya tajir-tajir. Googling saja.

Mungkin ada baiknya kita berdonasi melalui lembaga-lembaga terpercaya saja, seperti Dompet Dhuafa (DD), ACT, atau sejenisnya. Mereka teraudit. Publik pun bisa mengecek.

Be wise.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan

Selasa, 29 Mei 2018

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik

Sedekah itu baik. Namun jangan mau juga kalau disalahgunakan. Itu kurang bijak, menurut saya.

Setiap sedekah tentu akan berbalas. Tapi alangkah baiknya jika tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Kurang berkah juga kalau kita tetap bersedekah, di mana kita tahu persis uang sedekah itu selalu disalahgunakan.

motivator-indonesia-pilihan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik

motivator-indonesia-pilihan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik

Pantaslah MUI dulu pernah tegas-tegas mengingatkan.

Kalau mau sedekah, via lembaga terpercaya dan teraudit saja. Seperti DD, ACT, RZ, PPPA, dll. Atau lembaga lain yang jelas track record-nya. Sebisa-bisanya BUKAN ke pengemis jalanan seperti kasus-kasus yang diberitakan di media. Tahukah Anda, ketika Ramadhan, income mereka bisa melesat tiga kali lipat!

Apabila kita lagi di jalan dan mau bersedekah, yah beli saja barang-barang dari pedagang kecil atau asongan. Kalau perlu, kasih lebih ke mereka. Jangan nawar. Masih mending mereka tho? Mau mengerahkan tenaganya. Menjaga harga dirinya. Nggak ngemis. Nggak melas.

Sekali lagi, alangkah baiknya jika sedekah kita tepat sasaran dan tidak mengayakan preman juga oknum setempat. Mudah-mudahan menjadi kebaikan yang terhitung sempurna. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik

Minggu, 27 Mei 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik

Ketika pemain bola refleks bersyukur dan bersujud, foto dan videonya jadi viral di mana-mana. Ini bagus, menurut saya. Jadi contoh. Namun ternyata masih ada saja yang nyinyir dan nyindir-nyindir.

Merasa ilmu agamanya paling dalam, langsung saja mereka nyeletuk, "Sujud syukur yang dicontohkan Rasul itu ada tata caranya. Menutup aurat, menghadap kiblat, ada wudhu, bebas hadas besar, dan bebas hadas kecil."

Motivator-Perusahaan-Motivator-Indonesia-Pilihan-Motivator-Indonesia-Terbaik

Motivator-Perusahaan-Motivator-Indonesia-Pilihan-Motivator-Indonesia-Terbaik

Sebenarnya, menurut Ibnu Taimiyah, hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja, bukan syarat mutlak. Sekali lagi, bukan syarat mutlak.

Begini. Berdoa pun ada tata caranya. Namun apabila tata cara berdoa ini tidak terpenuhi 100%, bukan berarti berdoa serba spontan itu salah. Toh masih ada bagusnya. Namanya doa yah pasti bagus.

Lihat saja diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Kadang Muslim refleks berdoa dalam hati tanpa menghadap kiblat dan tanpa wudhu sama sekali. Mungkin di jalan, di mobil, di kelas, di gedung, di lapangan. Tetap bagus tho?

Be positive. Sudah mending si atlit itu sujud, mengakui kekuatan Tuhan-nya, bukan bangga-banggain dirinya. Jangan lagi kita salah-salahin. Kalaupun mau berdakwah, tentu ada cara, waktu, dan adabnya.

Termasuk kepada orang-orang yang berpuasa di sekitar kita. Mungkin banyak yang belum ideal. Sikap positif kita sangat diharapkan. Ya, sangat diharapkan. Adab, salah satunya.

Zaman sekarang, bukan ilmu yang kurang. Mungkin adab yang kurang. Itu kesimpulan saya. Semoga kita dan teman-teman kita terpelihara dari sikap-sikap yang tanpa adab.


Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Indonesia Terbaik

Kamis, 24 Mei 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di dunia! Itulah yang sebenarnya. Dan salah satu output yang diharapkan adalah meningkatnya kepekaan dan kepedulian kita kepada sesama. Mungkin dengan berbagi. Mungkin dengan memberdayakan.

Menurut riset yang digelar oleh ilmuwan dari Amerika dan Inggris, ditemukan bahwa ketika kelompok elit kian kaya, maka 99 persen manusia lainnya (yang tidak kaya) di bumi justru semakin tak bahagia. Lho kok gitu?

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik-otivator-indonesia-pilihan

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik-otivator-indonesia-pilihan

Ya begitu. "Studi kami menunjukkan, secara rata-rata, tingkat kepuasan hidup akan turun ketika si kaya semakin kaya," tulis para peneliti dalam riset bertajuk 'Top Incomes and Human Well-Being Around the World' dan disarikan kembali dalam The Guardian.

Jan‐Emmanuel De Neve dan Nattavudh Powdthavee, dua ilmuwan dalam riset itu, menulis bahwa penelitian mereka bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh meningkatnya harta segelintir orang paling kaya di dunia dan dampaknya terhadap kondisi manusia secara keseluruhan.

Tentu, ini tidak mudah. Apalagi keluarga kaya cenderung ingin bersanding dengan keluarga kaya lainnya. Menurut penelitian University of California, orang tua yang kaya cenderung menikahkan anaknya demi harta dan masa depan yang lebih cerah bagi sang anak. Ini juga dilansir oleh WesternDailyPress.co.uk.

Begini. Tidak mudah bukan berarti mustahil. Right? Kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Saya melihat, ketika kekayaan terpusat pada segelintir orang, maka kedengkian dan ujung-ujungnya kriminalitas akan meningkat. Yang rugi yah kita semua.

Bulan puasa mengajarkan kita untuk lebih peka dan lebih peduli. Betul apa betul? Apalagi saat zakat fitrah dan zakat harta dikeluarkan. Sekali lagi, kita mulai saja dari diri kita dan keluarga kita. Berbagi. Memberdayakan. Insya Allah pasti berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Rabu, 23 Mei 2018

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan

Gimana puasa Anda hari ini? Semoga baik-baik saja bahkan lebih baik daripada hari sebelumnya. Aamiin.

Tempat berbuka puasa paling indah, di manakah itu? Menurut saya, Madinah. Sekali lagi, Madinah. Tepatnya di Masjid Nabawi atau di pekarangan Masjid Nabawi.

motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-pilihan

motivator-indonesia-terbaik-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-pilihan

Tahun 2009, bertepatan Ramadhan, saya berumrah dengan ibu saya, alhamdulillah. Ini pengalaman yang amat berkesan bagi saya dan tak terlupakan.

Menjelang waktu berbuka, orang Arab dan bangsa lainnya berlomba-lomba berbagi bukaan puasa. Makanan enak pun dihamparkan di mana-mana dan gratis tentunya.

Boleh dibilang, kebutuhan berbuka dan sahur Anda akan tercukupi, walaupun Anda tidak mengantongi uang sama sekali. Kebersamaan dan saling berbagi, betapa indahnya!

Taraweh? Jangan ditanya, di situlah pertama kali saya mendengar suara Imam Sudais secara langsung dan saya pun menangis terisak-isak.

Alhamdulillah, beberapa waktu kemudian, saya sempat bertemu dan bersalaman dengan beliau (masya Allah tangan beliau halus sekali dan wangi sekali).

Dengan izin Allah, saya pernah berpuasa di Malaysia, Hong Kong, Jepang, dan Amerika. Menurut saya, tempat berbuka puasa paling indah yah #Madinah. Benar-benar nyaman.

Memang, berpuasa di mana saja hendaknya sama. Tapi begitu Anda menginjakkan kaki di Madinah dan Mekkah, Anda akan tahu bedanya. Benar-benar beda. Yang belum, niatkan ya. Semoga kelak kesampaian juga. Saya turut mengaminkan. Aamiin.

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Pilihan

Selasa, 22 Mei 2018

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan

Bidadari Ramadhan, siapakah dia?

Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Tapi, yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Ya, ibu dan istri. Mereka inilah yang disebut Sepasang Bidadari.

Menariknya, mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibunya dan istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering tersungkur dalam hidupnya.
motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-pilihan-motivator-perusahaan

motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-pilihan-motivator-perusahaan
Ya, ini soal Sepasang Bidadari.

Syukurnya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki semuanya. Baik hubungan dengan ibu maupun dengan istri. Insya Allah. Kalaupun selama ini hubungan kita sudah baik, tak ada salahnya jika ditingkatkan lagi. Bukan apa-apa, ini adalah penentu kesuksesan. Dunia dan akhirat.

Sekian dulu. Kapan-kapan kita sambung lagi. Pada akhirnya, mohon maaf lahir dan batin.
 

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan

Senin, 21 Mei 2018

Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik

Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik

Simak tulisan ini baik-baik.

Akankah nasib dan rezeki kita membaik, sekiranya kita melakukan hal-hal berikut ini selama 21 hari? Sebelum dijawab, perhatikan dulu poin-poin di bawah ini:

- Anda menyenangkan hati orangtua dengan perhatian, kunjungan, dan bingkisan (oleh-oleh). Intinya Anda berusaha berbakti dengan sebaik-baik bakti.

- Anda berbagi, yang berbalas ratusan kali lipat, lalu dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Kepada keluarga, juga kepada sesama. Intinya Anda bersedekah dengan sebaik-baik sedekah.

- Anda menyambung tali silaturahim, meminta maaf, dan memberi maaf. Bahkan kepada orang-orang yang jarang Anda kontak selama berbulan-bulan. Intinya Anda bersilaturahim dengan sebaik-baik silaturahim.

Saya ulang pertanyaan saya, akankah nasib dan rezeki Anda membaik sekiranya Anda melakukan hal-hal tersebut di atas selama 21 hari? Insya Allah, pasti. Ya, p-a-s-t-i.

motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan-motivator-terbaik

motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan-motivator-terbaik

Nah, itulah salah satu rahasia #Ramadhan. Bukankah itu semua yang Anda lakukan selama Ramadhan? Ini nggak mengada-ngada. Coba Anda ingat-ingat kembali, bukankah itu semua yang Anda lakukan selama ini?

- Anda mudik, atau setidaknya menghubungi orangtua dengan kualitas hubungan yang jauh lebih baik. Transfer juga, dengan kuantitas yang lebih baik. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?

- Anda bersedekah dan, karena fadilah Ramadhan, dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Lalu Anda membayar zakat harta dan zakat fitrah. Terus Anda menyiapkan bukaan puasa. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?

- Anda menghubungi bahkan mengunjungi kerabat dan sahabat, untuk silaturahim dan bermaaf-maafan. Ikatan batin pun menguat lantaran Anda buka puasa bareng dan taraweh bareng. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?

Malah, ini semua terjadi bukan saja 21 hari, melainkan 30 hari. Kurang-lebih seperti itu. Kalau hari biasa saja berdampak, APALAGI Ramadhan. APALAGI Anda melakukan itu semua sambil berpuasa. Nggak diragukan lagi, berlapis-lapis dampaknya!

Tulisan ini adalah 'goodness in practice'. Mungkin Anda terpikir untuk men-share tulisan ini kepada keluarga Anda dan teman-teman Anda, karena Anda ingin mereka lebih bersemangat dalam mengisi Ramadhan. Silakan saja. Niscaya dampaknya akan bertambah lagi dan lagi. Berkah? Pahala? Niscaya akan turut serta.

Yang saya yakini, Ramadhan bukan saja momentum untuk perbaikan iman dan akhlak. Namun menyimpan bonus tambahan. Apa itu? Perbaikan nasib dan rezeki. Terlebih-lebih lagi jika kita melakukannya dengan setulus hati dan sepenuh hati.

Siapa yang sanggup membantah kebaikan di balik Ramadhan? Saya harap Anda sependapat dengan saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya. Semoga berkah berlimpah.

Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik

PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!

Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...