Selasa, 04 Maret 2025

PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!

Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia.

Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindahan bawah lautnya yang memukau, pulau-pulau eksotis, dan budaya yang kaya menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup. 

Perjalanan dari Jakarta ke Raja Ampat memang membutuhkan waktu, biaya dan persiapan, tetapi semua itu akan terbayar lunas dengan pengalaman yang tak terlupakan. Akan lebih baik dan mudah jika menggunakan jasa Tour & Travel yang sudah berpengalaman.

Piaynemo Raja Ampat

Perjalanan saya dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Tujuan pertama adalah Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Papua Barat. Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute ini, dengan waktu tempuh sekitar 4-6 jam, tergantung transit.

Setibanya di Sorong, saya langsung merasakan suasana yang berbeda. Udara yang segar dan keramahan penduduk lokal menyambut kedatangan saya. Dari bandara, saya menuju penginapan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sorong untuk melanjutkan perjalanan ke Waisai, ibu kota Raja Ampat.

The Belagri Hotel Sorong

Perjalanan dari Sorong ke Waisai ditempuh dengan fast boat selama 2-3 jam. Selama perjalanan, saya disuguhi pemandangan laut yang indah dengan pulau-pulau kecil yang tersebar di sekitarnya.

Fast Boat

Menjelajahi Keindahan Raja Ampat:

Piaynemo

Destinasi pertama yang saya kunjungi adalah Piaynemo, salah satu ikon Raja Ampat. Dari puncak bukit, saya menyaksikan pemandangan gugusan pulau-pulau karst yang sangat indah

Piaynemo Raja Ampat

Telaga Bintang

Telaga Bintang terkenal karena bentuknya yang menyerupai bintang jika dilihat dari ketinggian. Untuk melihat bentuk bintangnya, pengunjung perlu mendaki ke titik pandang yang lebih tinggi. Perjalanan menuju Telaga Bintang sering kali menjadi bagian dari tur yang mencakup Piaynemo.

Talaga Bintang

Telaga Bintang

Bukit Timbul

Bukit Timbul adalah fenomena alam yang menarik, di mana daratan pasir muncul saat air laut surut.
Saat air pasang, bukit ini akan tenggelam. Pengunjung dapat berjalan-jalan di atas pasir putih yang muncul, menikmati pemandangan laut yang luas. Ini adalah tempat yang bagus untuk berfoto dan menikmati suasana pantai yang unik.

Bukit Timbul

Bukit Timbul

Pulau Arborek:

Di Pulau Arborek, saya berkesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal dan belajar tentang budaya mereka. Saya juga menikmati snorkeling di sekitar pulau yang memiliki keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Bersama dengan Penduduk lokal

Hasil Kerajinan Papua

Menyelam dan Snorkeling

Tentu saja, aktivitas utama di Raja Ampat adalah menyelam dan snorkeling. Saya berkesempatan untuk menyelam di beberapa spot terbaik, seperti di sekitar Pulau Kri dan Mansuar. Keanekaragaman hayati bawah lautnya benar-benar memukau, dengan terumbu karang yang sehat dan ikan-ikan yang berwarna-warni.
Menyelam & Snorkeling

Terus Bagaimana Perjalanan ke Raja Ampat dari Jakarta?

Untuk menuju kesana membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait biaya. Berikut rincian perkiraan biaya yang perlu Anda persiapkan

1. Transportasi:

  • Pesawat Jakarta - Sorong:
    • Harga tiket pesawat bervariasi tergantung maskapai, waktu pemesanan, dan musim.
    • Perkiraan: Rp2.000.000 - Rp5.000.000 (pergi-pulang).
  • Kapal Feri Sorong - Waisai (Raja Ampat):
    • Biaya kapal feri sekitar Rp100.000 - Rp215.000 per orang.
    • Ada juga pilihan fast boat yang tentunya lebih mahal.
  • Transportasi Lokal di Raja Ampat:
    • Biaya sewa perahu untuk island hopping bervariasi, tergantung ukuran dan durasi.
    • Perkiraan: Bisa mencapai Rp 8.000.000 - Rp 13.000.000 per hari untuk sewa kapal.
    • Transportasi lokal di pulau-pulau kecil biasanya menggunakan perahu motor.

2. Akomodasi:

  • Penginapan di Raja Ampat:
    • Pilihan akomodasi beragam, mulai dari homestay sederhana hingga resor mewah.
    • Perkiraan: Rp500.000 - Rp10.000.000 per malam, tergantung jenis penginapan.
  • Penginapan di Sorong:
    • Jika anda perlu bermalam di Sorong sebelum atau sesudah menyebrang ke Raja Ampat, tersedia berbagai pilihan hotel dengan harga bervariasi.

3. Biaya Lain-lain:

  • Tiket Masuk Kawasan Konservasi Raja Ampat:
    • Wisatawan domestik dan mancanegara dikenakan biaya masuk kawasan konservasi.
    • Biaya tiket masuk tempat wisata lokal berkisar antara Rp 100.000 - Rp 500.000
  • Makanan:
    • Biaya makan di Raja Ampat bisa lebih tinggi dibandingkan kota-kota besar.
    • Perkiraan: Rp50.000 - Rp200.000 per hari.
  • Aktivitas:
    • Biaya menyelam (diving) dan snorkeling bervariasi, tergantung operator dan lokasi.
    • Penyewaan alat-alat snorkeling dan menyelam.
  • Oleh-oleh:
    • Siapkan dana untuk membeli oleh-oleh khas Raja Ampat.

Tips Menghemat Biaya:

  • Pesan tiket pesawat dan akomodasi jauh-jauh hari.
  • Pilih homestay atau penginapan yang lebih terjangkau.
  • Bawa camilan dan minuman sendiri untuk mengurangi biaya makan.
  • Bergabung dengan grup tour untuk berbagi biaya sewa perahu.
  • Sangat dianjurkan untuk menggunakan jasa pemandu wisata




Rabu, 05 September 2018

Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia

Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia

Pendidikan formal saat ini, entah itu SD, SMP, atau SMA, hanya mengarah pada 'angka tertinggi' dan 'kampus favorit'. Apapun dilakukan agar si anak bisa meraih angka tertinggi dan masuk kampus favorit.

Bagaimana dengan minat dan bakat si anak? Bagaimana dengan cita-cita khusus si anak? Itu tidak terlalu dipikirkan. Fenomena ini setidaknya terjadi pada keluarga rata-rata.
Motivator-Perusahaan-Motivasi-Terhadap-Karyawan-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia

Motivator-Perusahaan-Motivasi-Terhadap-Karyawan-Motivator-Indonesia-Terbaik-Motivator-Indonesia

Kemarin saya dan istri menonton film 'Big Brother. Two thumbs up for #BigBrother and #DonnieYen. CGI-nya oke, action-nya oke, humornya juga oke. Walaupun beberapa dialognya rada lebay (film di mana-mana yah begitu, ada lebay-lebaynya).

Saya pribadi terkesan dengan pesan-pesan yang tersirat tentang pendidikan di film ini. Ya, bagaimana orangtua dan guru hendaknya memperhatikan minat dan bakat si anak, bukan semata-mata pencapaian akademis. Yang jelas, film ini menghibur!

Saya ini pendidik. Mengelola puluhan TK, SD, dan kampus. Jujur, saya lebih senang melihat murid yang supel (banyak temannya), ada rasa enjoy ketika belajar, dan berkesempatan menyalurkan minat dan bakatnya, daripada sibuk-sibuk melulu dengan pencapaian akademis.

Begini. Bukannya pencapaian akademis itu tidak perlu. Yah perlu. Tapi pergaulan (banyak teman) lebih diperlukan. Demikian pula rasa enjoy ketika belajar. Jangan sampai murid merasa stress ketika belajar. Minat? Bakat? Tentu saja, ini tidak boleh diabaikan.

Mari kita sampaikan (remind) hal ini kepada keluarga kita dan orang-orang di sekitar kita. Insya Allah kalau diterapkan, ini akan menjadi bekal bagi kehidupan mereka kelak. Sekian, semoga berkah berlimpah.

Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia

Kamis, 23 Agustus 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan

Entah berapa kali orang-orang bertanya ke saya soal memulai usaha. Baiklah, saya bagikan tips-tipsnya.

Pertama, mengenal customer. Saat menentukan jenis usaha yang akan dijalankan, coba pikirkan baik-baik jenis customer yang kita inginkan. Ini penting. Kenapa? Karena hal ini akan berpengaruh terhadap persepsi dan manfaat yang akan kita hadirkan pada produk.
motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-pilihan

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-pilihan

Maka, coba pikirkan siapakah target pasar kita? Berapa usia mereka? Berapa pendapatan mereka? Apa yang mereka butuhkan? Apa yang mereka inginkan? Bagaimana mereka berperilaku? Seperti apa ciri-ciri mereka? Jenis message seperti apa yang bisa mereka terima?

Kedua, mengenal competitor. Mempelajari competitor bukan berarti kita menyontek mentah-mentah cara mereka. Bukan begitu. Melainkan mencontoh best practice dari mereka serta mengetahui kelemahan-kelemahan mereka.

Setelah itu, hal-hal yang positif dan relevan, kita terapkan pada bisnis kita. Tentu, dengan penyesuaian-penyesuaian. Selain itu, kita juga perlu mempelajari keunikan produk mereka, baik dari segi persepsi maupun dari segi manfaat.

Ketiga, menentukan keunikan brand kita. Berusahalah membangun brand yang unik dan menonjol dari bisnis-bisnis lainnya. Coba cari tahu apa yang membuat bisnis kita berbeda dan lebih unggul ketimbang competitor lainnya.

Saran, sekiranya tidak kuat dari segi modal, jangan pernah bersaing habis-habisan dari segi harga. Lebih baik, tetaplah menjual barang yang berkualitas, lalu temukan keunikan dan keunggulan tersendiri. Ingat, perang harga hanya menguntungkan mereka yang bermodal kuat.

Sekian, semoga bermanfaat.

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan

Senin, 20 Agustus 2018

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Bayangkan, apa jadinya bila orang miskin tiba-tiba memenangkan lotre dalam jumlah yang besar? Penelitian dari University of Kentucky, University of Pittsburgh, dan Vanderbilt University membuktikan, dalam lima tahun, para pemenang lotre jadi bangkrut. Miskin lagi.

motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-motivator-perusahaan-motivasi-terhadap-karyawan

motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-motivator-perusahaan-motivasi-terhadap-karyawan

Perlu contoh? Pada 2003, nama Callie Rogers tiba-tiba menjadi perbincangan di Inggris. Di usia 16, ia memenangkan lotre bernilai 1,8 juta poundsterling atau Rp 35 miliar! Callie Rogers pun menyandang status pemenang lotre termuda di Inggris.

Bergelimangan harta, Callie Rogers menjalani hidup dengan berfoya-foya. Tak lama setelah mendapat hadiah lotere, Callie Rogers tak mau meneruskan sekolah dan bekerja. Sebelum memenangkan lotre tersebut, Callie Rogers bekerja sebagai penjaga toko.

Dia lebih banyak menghabiskan uang untuk baju, pesta, narkoba, operasi plastik, liburan dan hadiah. Dan kini, ibu tiga anak itu harus bersusah payah sebagai perawat demi menyambung hidup karena hartanya sudah habis. Penyesalan selalu datang di akhir ketika Callie Rogers merasa tak sanggup memberikan perawatan yang layak bagi buah hatinya, terutama Blake yang mengidap cerebral palsy.

Inilah akibat dari surplus uang tapi minus ilmu. Tak mampu mengelola uang. Ingat, uang bisa datang dan pergi. Tapi dengan ilmu, kita bisa mendatangkan uang, lagi dan lagi. Uang, penting. Ilmu di balik uang jauh lebih penting. Teman-teman setuju? Tulisan ini boleh di-share.


Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Minggu, 19 Agustus 2018

Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia Terbaik

Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia Terbaik

Saya senang sekali saat bisa membantu klien mencapai targetnya. Puas rasanya. Apalagi kalau ternyata klien itu BUMN. Hitung-hitung, bantu negara. Walaupun hanya melalui training.
motivator-indonesia-motivator-perusahaan-motivator-terhadap-karyawan-motivator-indonesia-terbaik

motivator-indonesia-motivator-perusahaan-motivator-terhadap-karyawan-motivator-indonesia-terbaik

Setiap kita hendaknya berpikir besar. Namanya manusia tak cukup memikirkan perut dan dapurnya sendiri. Saya ulang, kita harusnya berpikir besar. Bantu sesama. Bantu negara. Dengan apa saja, termasuk dengan uang. Niatkan seperti itu.

Mustahil? Muluk-muluk? Ketinggian. Nggak juga. Kalau kita serius, akan ada jalannya. Dimampukan insya Allah. Walaupun sedikit. Teman-teman mesti yakin. Baiklah, saya kasih contohnya biar tambah yakin.

Rakyat Korea Selatan pada tahun 1998 ternyata pernah urunan emas demi membantu pembayaran utang negara. Rakyat Malaysia juga sama, pada tahun 2018 urunan uang demi membantu pembayaran utang negara, walaupun belum seberhasil Korsel.

Bagaimana dengan membantu negara lain? Mungkin saja. Bill Gates sempat ikut melunasi utang Nigeria ke Jepang sebesar Rp 950 Miliar (Kompas, Januari 2018). Rakyat Uni Eropa sempat urunan demi membantu pembayaran utang Yunani (CNN, 2015), walaupun belum seberhasil Bill Gates.

Dan jangan salah. Dulu, kita pun pernah melakukannya. Perlu contoh? Bongkahan emas seberat 38 kilogram di puncak Monas adalah sumbangan dari pengusaha Aceh, Teuku Markam.

Tempat proklamasi kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur merupakan wakaf pengusaha keturunan Yaman yang tinggal di Indonesia, Faradj bin Said Awad Martak.

Tak cukup sampai di situ. Dengan ikhlas, Sultan Hamengku Buwono IX pun turut menyumbangkan 6,5 juta Gulden pada pemerintah saat itu.

Kuncinya, pemerintah bisa dipercaya. Saya ulang, pemerintah bisa dipercaya. Sehingga rakyat tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan uang, emas, dan apa saja miliknya untuk negara.

Belum lagi adanya hartawan yang dermawan. Bisa dipastikan, bantuan si hartawan ini akan signifikan jumlahnya dan menggerakkan tokoh-tokoh yang lain. Anda bisa membayangkan? Saya bisa.

Jadi, membantu negara dalam bentuk uang bukanlah sebuah perkara yang mustahil dan muluk-muluk. Sudah banyak contohnya. Kita doakan ya agar masa-masa seperti itu segera terjadi. Bisa insya Allah. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.

Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia Terbaik

Jumat, 20 Juli 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Untuk Perusahaan

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Untuk Perusahaan

Apa profesi Anda? Profesional atau entrepreneur?

Di antara kita, sebagian memilih jadi profesional, sebagian lagi memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-motivator-terhadap-karyawan-motivator-untuk-perusahaan

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-motivator-terhadap-karyawan-motivator-untuk-perusahaan

Kakek saya, ayah saya, ibu saya, dan kakak saya, mereka semua memilih jadi profesional, sepanjang hidup mereka. Dan mereka-lah yang menafkahi saya sebelum saya mencari nafkah sendiri. Tanpa mereka, saya nggak akan jadi apa-apa.

Gimana dengan entrepreneurship?

Inilah saran saya kepada entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, ketika muda, Anda punya banyak waktu untuk menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar pun bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Jempol + Internet = Duit

Bijaklah. Ketika orang lain menghabiskan waktu bersama gadget dan komputernya, Anda malah menghasilkan uang melalui gadget dan komputer Anda. Keren nggak tuh? Yah keren banget!

Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Semoga hidup Anda semakin berkah dan semakin berlimpah dengan menjadi entrepreneur, dengan memanfaatkan masa muda, dengan memanfaatkan internet, socmed, dan gadget. Aamiin.

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Untuk Perusahaan

Selasa, 17 Juli 2018

Motivator Indonesia, Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan

Motivator Indonesia,  Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan

Anda pernah ikut seminar? Berapa kali?

Suatu hari saya merenung, berapa biaya yang telah saya keluarkan untuk berguru alias belajar selama 5 tahun terakhir. Hitung-hitung, ternyata sudah ratusan juta rupiah (Sebenarnya, wajar-wajar saja. Untuk kuliah saja, kita menghabiskan biaya hingga puluhan juta rupiah).

Karena itulah, saya salut sama teman-teman yang ikut seminar saya. Biasanya, sepertiga dari mereka berasal dari luar kota. Sengaja datang jauh-jauh hanya untuk mencari ilmu. Ya, mencari ilmu. Sebenarnya, nggak bakal rugi. Kalau sedekah saja berbalas, menuntut ilmu akan lebih berbalas. Soalnya memang wajib.
motivator-indonesia-motivasi-terhadap-karyawan

motivator-indonesia-motivasi-terhadap-karyawan

Dua orang alumni saya, Mas Basori dan Kak Diaz, terkenal gandrung sama seminar-seminar saya. Mereka sungguh-sungguh terhadap ilmu bisnis dan ilmu lainnya. Masing-masing mereka telah mengikuti seminar saya sampai puluhan kali. Mereka pun bela-belain kuliah S2 demi mencari ilmu.

Namanya ilmu, guru, dan buku harus diburu, jangan ditunggu. Ketika dulu kuliah, saya sering nggak makan karena terbatasnya uang. Tapi yang namanya buku, saya selalu beli. Nggak pernah terlewat. Sewaktu tamat kuliah, di antara teman-teman, sayalah yang paling lengkap bukunya.

Apa yang saya pahami kemudian, mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu, dijamin tidak fakir. Ilmu itu cahaya. Fakir itu gelap. Mana mungkin bertemu kedua-duanya? Agama pun memuliakan mereka yang terlibat dengan ilmu.

Ya, sesiapa yang terlibat dengan ilmu, semua dimuliakan. Misalnya orang yang belajar, orang yang mengajar, orang yang meneliti, orang yang membiayai kegiatan keilmuan, orang yang menyiapkan majelis ilmu, dan lain-lain.

Kembali ke dua orang alumni saya, Mas Basori dan Kak Diaz. Mereka bukan saja mempelajari dan mendalami ilmu bisnis, tapi juga menerapkannya. Lebih dari itu, mereka juga membimbing ratusan orang sehingga berhasil menjadi pebisnis dengan omzet puluhan sampai ratusan juta rupiah. Sukses dan menyukseskan, istilah saya.

Pesan saya, sungguh-sungguhlah terhadap ilmu. Agar berubah nasibmu dan membaik rezekimu. Belum lagi dari segi keberkahan yang akan menyertai selalu. Pada akhirnya, "Happy learning! Happy earning!"


Motivator Indonesia,  Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan

Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Dalam keluarga, nafkah itu perlu. Tapi bukan penentu.

Menyoal penghasilan, Robert Waldinger dalam riset 75 tahun pernah mengungkap bahwa uang bukanlah hal yang membuat orang paling bahagia.
motivator-indonesia-motivator-perusahaan-motivator-untuk-perusahaan-motivasi-terhadap-karyawan

motivator-indonesia-motivator-perusahaan-motivator-untuk-perusahaan-motivasi-terhadap-karyawan

Hubungan penuh cinta yang sehatlah yang membuat orang merasa paling bahagia. Waldinger menceritakan hasil risetnya dalam sesi TED talk.

Hidup memang butuh uang. Ini mutlak. Namun saat Anda berada pada titik nyaman, korelasi antara uang dan kebahagiaan menjadi kabur. Blur.

Karena itu, baiknya pasangan yang kuat dimaknai bukan dari materi. Melainkan dari sosok yang membuat pasangannya menjadi lebih bahagia dan lebih baik (ilmu, iman, amal).

Saya harap Anda setuju dengan saya. Semoga berkah berlimpah.

Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Minggu, 15 Juli 2018

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan


Pernah merantau?

Ternyata banyak manfaatnya. Apa saja? Anda akan menjadi seseorang yang berani mengambil risiko dan tantangan, sekaligus menjadi seseorang yang mandiri dan bertanggungjawab. Selain itu, menjadi seseorang yang mudah beradaptasi dan lebih toleran. Tambahan lagi, semakin mencintai daerah asal sembari menghargai adat dan kebiasaan dari daerah-daerah lain.

Biasanya begitu.

Motivasi-Terhadap-Karyawan-Motivator-Indonesia-Motivator-Perusahaan-Motivator-Untuk-PerusahaanMotivasi-Terhadap-Karyawan-Motivator-Indonesia-Motivator-Perusahaan-Motivator-Untuk-Perusahaan
Di seminar kemarin di Korea, saya juga mengupas soal merantau. Jauh-jauh hari Imam Syafii telah menyerukan itu, “Pergilah dari rumahmu demi lima faedah, yaitu menghilangkan kejenuhan, mencari bekal hidup, mencari ilmu, mencari teman, dan belajar tatakrama.”

Bukan sekedar menganjurkan, Imam Syafii juga melakukan. Terlahir di Palestina, kemudian ia hijrah ke Madinah, Irak, dan Mesir.” Alhamdulillah, saya dan keluarga pernah menziarahi makamnya dua kali di Mesir.

Menyikapi merantau, Imam Syafii pernah menuliskan seuntai perumpamaan yang indah, “Air akan bening dan layak minum, jika ia mengalir. Singa akan beroleh mangsa, jika ia meninggalkan sarangnya. Anak panah akan beroleh sasaran, jika ia meninggalkan busurnya. Nah, manusia akan beroleh derajat mulia, jika ia meninggalkan tempat aslinya dan mendapatkan tempat barunya. Bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya.”

Ingatlah, rezeki itu perlu dijemput.
- Kadang rezeki orang di negeri kita.
- Kadang rezeki kita di negeri orang.

Saya pribadi, terlahir di Pekanbaru, kemudian merantau ke Malaysia, lalu balik ke Batam, dan sekarang menetap di BSD, dekat Jakarta. Ibu saya, Sumatera. Ayah saya, Jawa. Istri saya, Kalimantan. Jadi, anak saya disebut orang mana? Yang jelas, orang baik-baik, hehehe.

Pesan dari Sang Pencipta, manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Pesan kebaikan ini teramat sulit untuk dilaksanakan sekiranya tidak ada yang merantau. Tulisan ini boleh di-share.

Gimana dengan rezeki? Insya Allah akan lebih baik. Sesiapa yang berhijrah dan niatnya lurus, maka ia akan dianugerahi rezeki yang luas, bahkan bisa memiliki properti. Soal ini, ada dalilnya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia, Motivator Perusahaan, Motivator Untuk Perusahaan

Jumat, 13 Juli 2018

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan


Punya mobil? Punya rumah?

Menurut Gaikindo, rasio jumlah kendaraan terhadap penduduk Indonesia adalah 1 mobil banding 70 penduduk. Artinya, satu mobil untuk 70 orang.

motivasi-terhadap-karyawan-motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan-motivator-perusahaan

motivasi-terhadap-karyawan-motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan-motivator-perusahaan

Data BPS menunjukkan bahwa sekitar 82 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki rumah sendiri, sementara sisanya sekitar 17 persen belum memiliki rumah sendiri.

Anda termasuk yang mana?

Kalau sekarang Anda punya ini dan itu, bukan berarti Anda telah sukses. Belum tentu. Yang benar, orangtua dan guru Anda-lah yang telah sukses. Kok gitu? Yah begitu. Bukankah mereka yang telah mengantarkan Anda meraih ini dan itu?

Tak sedikit pemimpin (leader) yang malas-malasan saat sudah berhasil mempunyai mobil, punya rumah, dan berumrah. Mereka nggak mikir, apakah tim dan tangan kanan-nya sudah berhasil mencapai hal serupa, apa belum.

Sekiranya kita ingin disebut sukses, hendaknya ini kita buktikan dengan mengantarkan orang lain meraih ini dan itu. Dengan kata lain, bukan sekedar kita yang mencapai impian. Melainkan juga mengantarkan orang lain mencapai impian. Itu baru layak disebut sukses!

Kalau sekedar meraih impian, itu adalah pemikiran yang egois. Mengantarkan orang lain meraih impiannya, nah itu baru pemikiran yang humanis. Insya Allah akan berbuah manis. Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan Anda beserta tim Anda bisa tumbuh bersama, maju bersama, sukses bersama, di tengah persaingan yang begitu dinamis.

Semoga berkah berlimpah!


Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan

Rabu, 11 Juli 2018

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia

"Hati-hati. Setiap keinginan harus diteliti... Boleh ikhtiar mati-matian, hanya untuk sesuatu yang bisa dibawa mati... Sesuatu yang nggak abadi, ngapain masuk ke hati?" Itulah pesan guru saya jauh-jauh hari. Dan ini perlu kita resapi.

Apakah mobil dan rumah bisa dibawa mati? Hm, karena Anda sudah sering membaca tulisan-tulisan saya, pastilah Anda menjawab, "Bisa!" Pakailah mobil dan rumahnya untuk kebaikan. Misal, mencari nafkah, mencari ilmu, mengantar anak, mengantar tamu, dll. Insya Allah mobilnya kelak dibawa mati sebagai amal kebaikan.

Right?

motivasi-terhadap-karyawan-motivator-untuk-perusahaan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia
motivasi-terhadap-karyawan-motivator-untuk-perusahaan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia
Bahkan mencari nafkah dan mencari ilmu itu terhitung jihad, bukan ibadah biasa. Sekali lagi, bukan ibadah biasa. Telah diserukan di mana-mana, berjuang atau ber-jihad-lah di jalan Allah.

Sambil bercanda, teman saya ngomong begini, "Biarlah Fortuner, biarlah Pajero, biarlah CRV, yang penting punya sendiri. Daripada motor second tapi nyewa." Hehehe. Yang belum punya mobil, semoga segera ya. Beli cash. Aamiin. Saya bantu doain. Lebih baik bilang amin, daripada tersinggung, hehehe.

Tapi, inilah keluhan mereka:
"DP sih bisa, tapi nyicilnya itu lho."

"Badai pasti berlalu, cicilan belum tentu."

"Teroris, kami tidak takut. Debt collector, barulah kami takut."

Hehehe, ada-ada saja. Mendengar celetukan ini, saya cuma tersenyum. Menurut saya, karena itulah kita perlu belajar memperbesar Self-Capacity, sehingga Outer Problem mengecil dengan sendirinya. Termasuk cicilan dan tagihan.

Di bisnis, saya berusaha menuntun para mitra step-by-step untuk memperbesar Self-Capacity. Termasuk memiliki mobil impian dan rumah impian. Sekalian berumrah. Nggak terlalu sulit, ternyata. Ingatlah, ganteng nggak jaminan. sertifikat tanah baru bisa jadi jaminan, hehehe.

Terus baiknya, punya mobil dulu, atau punya rumah dulu? Sebenarnya, lebih baik punya mobil sekalian garasinya. Nggak usah ketawa. Bilang amin lagi, hehehe. Dalam berdoa, biasakan pakai 'dan' bukan 'atau'. Dua-duanya boleh kok, nggak harus salah satu. Buktinya, bertahun-tahun Anda berdoa agar selamat dunia dan akhirat, bukan salah satu. Bukankah begitu?

Fyi, menjelang 2018, jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta jiwa. Mobil masih terhitung barang mewah bagi sebagian besar orang Indonesia.

Punya motor, yah disyukuri. Itu mesti. Second, tetap disyukuri. Masih nyicil dan nunggak-nunggak, tetap disyukuri. Sambil berusaha lebih baik lagi. Bukan untuk gaya sana-sini. Tapi niatnya untuk menyamankan keluarga yang dinafkahi. Sekiranya niat baik sudah dimiliki, Yang Maha Baik tentulah memudahkan, itu pasti.

Sekali lagi, mari perbaiki niat kita saat menginginkan sesuatu. Ada Allah dalam setiap keinginan kita. Niat itu salah satu cara memperbesar Self-Capacity... Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan teman-teman di sini. Semoga hidup Anda berkah berlimpah. Doakan juga saya dan keluarga saya...


Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia

Rabu, 04 Juli 2018

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan

Teman-teman pernah belanja online? Seberapa penting ulasan bagi teman-teman?

Hampir semua barang yang dulunya kita beli di toko, sekarang sudah bisa dibeli secara online. Ingat, kegandrungan belanja online ini bukan saja dimiliki oleh kaum milenial, terbukti para ibu pun sering mencari kebutuhan si kecil melalui internet.

motivasi-terhadap-karyawan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan

motivasi-terhadap-karyawan-motivator-perusahaan-motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan

Belanja secara online kadang bisa membingungkan, terutama saat konsumen harus memilih suatu produk. Orang rata-rata akan memilih berdasarkan rating dan review. Kendati begitu, ternyata produk dengan rating tertinggi tak selalu yang terbaik.

Menurut studi dari Derek Powell, PhD, peneliti Stanford University, ulasan memang membantu kita menentukan produk yang dibeli, tapi bukan yang terbaik. Tidak jaminan. Sekali lagi, tidak jaminan.

Hasil penelitian mengungkapkan, produk dengan jumlah ulasan lebih banyak akan cenderung dibeli, bahkan walau peringkatnya rendah. Menariknya, jika ada dua produk yang sama-sama memiliki ulasan buruk maka konsumen tetap akan membeli produk dengan ulasan terbanyak.

Teman-teman yang punya toko online harus memperhatikan hal ini. Maka, mintalah konsumen kita untuk memberikan ulasan. Tentunya, ulasan yang jujur dan alami. Mudah-mudahan ini bisa membuat toko online kita semakin ramai dan menguntungkan.

Siap?

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!

Motivasi Terhadap Karyawan, Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan

Senin, 02 Juli 2018

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan


Dunia online, jangan dianggap enteng. Bisnis online, kalau ditekuni, hasilnya bisa menyamai bahkan melebihi bisnis offline. Itulah faktanya.

Kenapa bisnis online semakin digemari belakangan ini? Banyak alasannya. Tak perlu ruko. Tak perlu karyawan. Tak perlu perizinan. Setidaknya di tahap awal. Hemat tho? Satu lagi. Tak perlu keahlian berbicara.
motivator-perusahaan-motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan

motivator-perusahaan-motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan

Begitulah. Toko online, bagian dari bisnis online, tidak membutuhkan banyak modal. Pada umumnya, toko atau ruko adalah sebuah bangunan yang di dalamnya tertata rapi barang-barang dagangan, baik itu kebutuhan primer maupun sekunder.

Namun, lain halnya dengan toko online. Beda. Toko online tidak membutuhkan toko fisik atau bangunan fisik. Right?

Anda hanya memerlukan gadget, koneksi internet, dan pandai dalam menyiapkan template (untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen). Secara umum, cuma itu. Produk? Tak harus dibikin sendiri. Jadinya sangat hemat dan sangat mudah.

Pastikan saja kualitas dan spesifikasi barang yang dijual sesuai dengan harapan konsumen. So, hindari janji dan tampilan berlebihan ketika berpromosi. Menjaga nama baik sangat diperlukan dalam bisnis apapun, entah itu online atau offline.

Sebab orang hanya tahu nama Anda atau nama toko Anda, tak peduli produk Anda dari mana. Ya, ini soal reputasi. Sesuatu yang sangat mahal.

Bilamana Anda membuat suatu kesalahan, seperti barang tidak sesuai spesifikasi, maka ini bisa menyebabkan orang-orang kecewa dan memberikan testimoni yang buruk. Ujung-ujungnya nama Anda dan nama toko Anda akan tercemar. Bahkan bisa viral.

Tantangan berikutnya, bagaimana caranya agar bisnis online atau toko online Anda diketahui oleh orang banyak. Tidak bisa tidak, Anda harus mengoptimasi socmed, web, dan blog Anda. Sehingga muncul dan selalu muncul ketika konsumen mencari (search) di socmed dan Google.

Untuk itulah, kita perlu belajar internet marketing. Ya, internet marketing. Percayalah, ini tidak sesulit yang dibayangkan. Belajar dan praktek 2 minggu saja, sudah kelihatan hasilnya. Yang penting, kita sungguh-sungguh dan berani mencoba.

Happy selling! Semoga berkah berlimpah!


Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Sekiranya Anda harus memilih, kira-kira apa pilihan Anda, uang atau waktu luang? Jangan langsung dijawab, coba pikirkan dulu.

motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan-motivator-perusahaan-motivator-terhadap-karyawan

motivator-indonesia-motivator-untuk-perusahaan-motivator-perusahaan-motivator-terhadap-karyawan

Apa jawaban Anda?

Menurut riset dalam Journal of Social Psychological and Personality Science, memiliki waktu luang akan meningkatkan kebahagiaan daripada memiliki uang. Benarkah? Ya, benar. Tidak main-main, kesimpulan itu dihasilkan berdasarkan survei atas 4.600 responden.

Terbukti sebagian orang rela mengorbankan uang demi berlibur, membayar toll demi hemat waktu, menolak lembur demi ngumpul sama keluarga, memilih pesawat terbang yang lebih mahal daripada kereta api, dst. Betul apa betul?

Waktu luang dan uang, tentu kedua-duanya kita perlukan. Ini tak bisa disangkal. Dan ketidakseimbangan di antara keduanya akan memicu kekusutan dalam hidup kita.
- Kebayang, punya waktu luang tapi sama sekali tidak punya uang?
- Kebayang kalau sebaliknya, punya uang tapi sama sekali tidak punya waktu luang?

Kebayang?

Menariknya, semakin berumur seseorang, semakin besar prioritasnya pada waktu luang. Dan semakin mapan seseorang, semakin besar prioritasnya pada waktu luang. Biasanya kita seperti itu, walaupun ini tidak berlaku pada semua orang. Di mana-mana, pengecualian itu selalu ada.

Satu poin yang perlu ditekankan berulang-ulang di sini adalah, kesibukan kita mencari uang sering mengabaikan 'quality time' untuk keluarga dan ibadah. Nah, sekiranya sampai terjadi, yah ini patut disayangkan.

Keluarga dan ibadah hendaknya menjadi sentral dalam kehidupan kita, tak jadi soal sesibuk apapun kita. Idealnya, terkait waktu untuk keluarga dan ibadah, kita mampu mencukupkan 'quantity' dan 'quality'. Kalaupun terpaksa mengorbankan salah satunya, maka 'quality' jangan pernah diabaikan. Yup, utamakan 'quality'.

Ini pula yang dipesankan Richard Branson (Virgin Group) kepada saya beberapa waktu yang lalu, ketika saya tanyakan kepadanya keterkaitan antara keluarga dan bisnis. Memang dia bukan sosok yang sempurna. Tapi banyak hal yang bisa kita pelajari darinya terutama keterkaitan antara keluarga dan bisnis.

Sekian dulu inspirasi untuk hari ini, kapan-kapan kita sambung lagi. Happy weekend! Salam berkah berlimpah dari saya, Ippho Santosa!


Motivator Indonesia, Motivator Untuk Perusahaan, Motivator Perusahaan, Motivasi Terhadap Karyawan

Senin, 25 Juni 2018

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan

Pernahkah Anda membayangkan hidup sampai di usia 100 tahun?

Dr Shigeaki Hinohara BUKAN dokter biasa. Dia adalah aset nasional Jepang. Lahir tahun 1911, meninggal tahun 2017 di usia 106. Dia salah satu pendidik tertua dan terlama di dunia. Dia telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya mega-bestseller "Living Long, Living Good" yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.

Ia menawarkan cara sehat dan cara bahagia yang LEBIH menyegarkan, yang berbeda dengan cara-cara pada umumnya. Salah satu pesannya, "Energi berasal terutama dari perasaan yang baik. Ya, perasaan yang baik."
motivator-indonesia-motivator-indonesia-terkenal-motivator-indonesia-pilihan

motivator-indonesia-motivator-indonesia-terkenal-motivator-indonesia-pilihan

Btw, positive thinking dan positive feeling ini juga diterapkan oleh pasangan selebriti Arie Untung dan Fenita Arie dalam keseharian mereka. Olahraga, harus. Supplement, harus. Tidur teratur, harus. Makan teratur, harus. Tapi perasaan yang baik juga harus.

Seperti yang teman-teman tahu, saya sering mengadakan seminar. Menjelang acara, biasanya saya berusaha berpikir yang baik-baik. Berlangsung lancar, bermanfaat, dan berkah. Itulah doa dan harapan saya. Saya pun mengajak tim saya untuk mendoakan dan mengharapkan hal serupa.

Setiap pikiran itu adalah doa. Ya, doa. Kenapa? Karena saat akal kita FOKUS pada sesuatu, maka kita sedang menghadirkan suatu realita. Tak sedikit orang yang mengeluh, doanya tidak dikabulkan Tuhan.

Padahal ia sudah berdoa dan beramal, eh tetap saja tidak dikabulkan oleh Tuhan. Sebenarnya, maaf, ini adalah sebuah prasangka yang jahat kepada Tuhan. Sebab Tuhan selalu mengabulkan doa yang kita ucapkan.

Sewaktu akal kita berpikir, serius dan fokus pada sesuatu, ia memiliki daya yang sangat kuat untuk memohon kepada Allah. Akhirnya terkabul. Makbul. Allah-lah yang berfirman “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan!”

Ada beragam hikmah dan jawaban tentang doa yang tidak terkabul. Mungkin belum saatnya, mungkin tinggal menunggu saja, mungkin diganti yang setara, mungkin masih banyak dosa, mungkin disimpan untuk akhirat, dan lain-lain. Intinya, kita harus selalu positive thinking terhadap doa yang kita ucapkan.

Hal lain. Ada pula orang berdoa hanya di lisannya saja, berbeda dengan pikirannya. Bahkan kontra. Contoh, orang yang berdoa agar hidupnya kaya, namun akalnya fokus pada kemiskinan dan utang. Siang-malam kepikiran soal kemiskinan dan utang.

Ada ketidakcocokan antara lisan dan fokus pikirannya. Doa yang terkabul adalah doa yang selaras antara lisan dan fokus pikirannya. Yang Maha Kuasa pun berfirman, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.” Maka, sangkalah yang baik-baik.

Ingat, positive thinking bukan saja menyehatkan dan membuat kita panjang umur, tapi juga menyukseskan. Sangat sukses. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Pilihan

Senin, 11 Juni 2018

Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

#Lebaran, tinggal menghitung hari.

Sebagian nunggu hilal.
Yang lain nunggu halal.

Sebagian mikir THR.
Yang lain mikir 'THR'.
Tunangan Hari Raya.

Sebagian mengucapkan 'mohon maaf lahir batin'. Yang lain mengucapkan 'mohon nafkah lahir batin'. Hehehe...
Motivator-Indonesia-Motivator-Terkenal-Motivator-Terbaik-Motivator-Indonesia-Pilihan

Motivator-Indonesia-Motivator-Terkenal-Motivator-Terbaik-Motivator-Indonesia-Pilihan

Tapi kali ini saya tidak sedang membahas soal jodoh. Sama sekali tidak. Melainkan membahas soal mudik dan Lebaran. Boleh saya menyarankan sesuatu? Bagi teman-teman yang mudik, segeralah kembali.

"Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya (saat bepergian, termasuk mudik), hendaklah ia segera kembali kepada keluarganya," HR Bukhari. Demikianlah pesan Nabi Muhammad.

Satu tradisi yang sulit dipisahkan ketika mudik dan Lebaran adalah hidangan ketupat. Saya yakin Anda dan kita semua sering menyantapnya. Ngomong-ngomong soal ketupat, apa saja hikmahnya?

Ketupat (kupat) sebagai tradisi Muslim di nusantara saat Lebaran, diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Dan lazimnya, kupat dihidangkan dengan lauk bersantan (santen) atau “kupat santen” yang mengisyaratkan “kulo lepat, nyuwun ngapunten.”

Terjemahnya, saya salah mohon dimaafkan. Keren ya? Di sisi lain, kupat juga dapat dijabarkan sebagai “laku papat” atau empat tindakan, yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Maksudnya?

-       Lebaran berasal dari kata “lebar”. Artinya selesai. Ini mengisyaratkan telah selesai menjalani ibadah puasa. Ini pula yang disampaikan oleh MA Salmun (1954).

-       Luberan berasal dari kata “luber”. Artinya meluap atau melimpah. Ini mengisyaratkan semangat berbagi dalam bentuk zakat dan sedekah.

-       Leburan, berasal dari kata “lebur”. Artinya melebur atau menghilangkan. Ini mengisyaratkan dileburnya dosa karena saling bermaafan.

-       Laburan berasal dari kata “labur”. Artinya memutihkan dinding rumah. Ini mengisyaratkan bersihnya lahir dan batin.

Ini tradisi yang indah, penuh hikmah, dan penuh berkah. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat. Boleh di-share.

Motivator Indonesia, Motivator Terkenal, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan

Minggu, 10 Juni 2018

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal

Sabtu yang lalu, pas saya buka puasa di rumah Pak Chairul Tanjung, Ketua MUI KH Ma'ruf Amin memberikan wejangan-wejangan bisnis untuk seluruh tamu. Mau tahu apa nasihatnya? Simak saja tulisan berikut.
motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-indonesia-pilihan-motivator-terkenal

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-indonesia-pilihan-motivator-terkenal

Sambil tersenyum, beliau menjelaskan, "Muslim sekarang jarang yang ngerti syariat, jarang yang ngerti muamalah. Repotnya, kalau sudah ngerti, malah nggak punya bisnis." Kami pun tertawa mendengarnya, karena itu ada benarnya.

Padahal 9 dari 10 bagian kehidupan (pintu rezeki) berada di perniagaan. Banyak Muslim yang belum ngeh soal ini. Perlu contoh?

Industri makanan dan minuman yang bersertifikat halal bernilai 415 triliun dolar AS. Menurut OKI, ternyata 8 dari 10 pemasok daging halal global terbesar adalah negara-negara mayoritas Non-Muslim, dengan Brasil, Australia dan India yang berada di peringkat tiga teratas.

Ini kan ironis. Ke mana Muslim-nya?

Sewaktu saya 4 kali berkunjung ke Jepang, saya melihat beberapa restoran di sana mendapat sertifikasi halal dari Thailand. Bayangkan, dari Thailand, bukan dari Indonesia. Sepertinya kita kalah cepat sama Thailand.

Seorang peserta seminar pernah bertanya kepada saya, "Mungkinkah seorang Muslim bisa sukses besar dalam bisnisnya?" Menurut saya, pertanyaan ini tidak perlu ditanyakan. Ya, tidak perlu ditanyakan. Bisa insya Allah.

Perluas wawasan kita. Buka pikiran kita. Kalau binatang saja dijamin rezekinya, apalagi manusia, apalagi orang beriman! Padahal binatang nggak pernah sekolah, nggak pernah kuliah! Hehehe.

Rezeki mah udah ada yang ngatur. Itu betul. Tapi, tetap saja perlu kesungguhan dalam menjemput rezeki, apalagi rezeki yang besar. Betul apa betul? Soal ini saya yakin Anda setuju dengan saya.

Begini. Saya mengamati, saat ini ada satu hal yang kurang dari seorang Muslim ketika ia berbisnis. Apa itu? Itqan. Mereka yang itqan hendaknya berusaha memberikan produk yang terbaik dan mengiringi prosesnya dengan perbaikan terus-menerus.

Ya, dalam Islam, ada etos kerja yang namanya itqan. Maksudnya? Teliti, hati-hati, sepenuh hati, bermutu tinggi, dan sulit disaingi. Apapun nama dan istilahnya, sudah sepantasnya orang Indonesia belajar soal itqan. Terutama dalam berbisnis.

Ini PR besar. Apalagi mengingat SDM kita yang belum terlalu kompetitif. Tanpa itqan, produk dari seorang Muslim tidak akan dibeli oleh Muslim lainnya. Tanpa itqan, produk dari seorang Muslim sulit untuk go intenational.

Gagal di awal itu biasa. Tapi, jangan lama-lama. Segeralah berbenah. Ketika Anda gagal, berarti itu adalah signal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Perlu disempurnakan. Ya, itqan. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Mudah-mudahan berkah berlimpah.

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Terkenal

PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!

Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...