Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan
Bidadari Ramadhan, siapakah dia?
Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Tapi, yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Ya, ibu dan istri. Mereka inilah yang disebut Sepasang Bidadari.
Menariknya, mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibunya dan istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering tersungkur dalam hidupnya.
Ya, ini soal Sepasang Bidadari.
Syukurnya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki semuanya. Baik hubungan dengan ibu maupun dengan istri. Insya Allah. Kalaupun selama ini hubungan kita sudah baik, tak ada salahnya jika ditingkatkan lagi. Bukan apa-apa, ini adalah penentu kesuksesan. Dunia dan akhirat.
Sekian dulu. Kapan-kapan kita sambung lagi. Pada akhirnya, mohon maaf lahir dan batin.
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan, Motivator Perusahaan
Selasa, 22 Mei 2018
Senin, 21 Mei 2018
Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik
Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik
Simak tulisan ini baik-baik.
Akankah nasib dan rezeki kita membaik, sekiranya kita melakukan hal-hal berikut ini selama 21 hari? Sebelum dijawab, perhatikan dulu poin-poin di bawah ini:
- Anda menyenangkan hati orangtua dengan perhatian, kunjungan, dan bingkisan (oleh-oleh). Intinya Anda berusaha berbakti dengan sebaik-baik bakti.
- Anda berbagi, yang berbalas ratusan kali lipat, lalu dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Kepada keluarga, juga kepada sesama. Intinya Anda bersedekah dengan sebaik-baik sedekah.
- Anda menyambung tali silaturahim, meminta maaf, dan memberi maaf. Bahkan kepada orang-orang yang jarang Anda kontak selama berbulan-bulan. Intinya Anda bersilaturahim dengan sebaik-baik silaturahim.
Saya ulang pertanyaan saya, akankah nasib dan rezeki Anda membaik sekiranya Anda melakukan hal-hal tersebut di atas selama 21 hari? Insya Allah, pasti. Ya, p-a-s-t-i.
Nah, itulah salah satu rahasia #Ramadhan. Bukankah itu semua yang Anda lakukan selama Ramadhan? Ini nggak mengada-ngada. Coba Anda ingat-ingat kembali, bukankah itu semua yang Anda lakukan selama ini?
- Anda mudik, atau setidaknya menghubungi orangtua dengan kualitas hubungan yang jauh lebih baik. Transfer juga, dengan kuantitas yang lebih baik. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?
- Anda bersedekah dan, karena fadilah Ramadhan, dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Lalu Anda membayar zakat harta dan zakat fitrah. Terus Anda menyiapkan bukaan puasa. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?
- Anda menghubungi bahkan mengunjungi kerabat dan sahabat, untuk silaturahim dan bermaaf-maafan. Ikatan batin pun menguat lantaran Anda buka puasa bareng dan taraweh bareng. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?
Malah, ini semua terjadi bukan saja 21 hari, melainkan 30 hari. Kurang-lebih seperti itu. Kalau hari biasa saja berdampak, APALAGI Ramadhan. APALAGI Anda melakukan itu semua sambil berpuasa. Nggak diragukan lagi, berlapis-lapis dampaknya!
Tulisan ini adalah 'goodness in practice'. Mungkin Anda terpikir untuk men-share tulisan ini kepada keluarga Anda dan teman-teman Anda, karena Anda ingin mereka lebih bersemangat dalam mengisi Ramadhan. Silakan saja. Niscaya dampaknya akan bertambah lagi dan lagi. Berkah? Pahala? Niscaya akan turut serta.
Yang saya yakini, Ramadhan bukan saja momentum untuk perbaikan iman dan akhlak. Namun menyimpan bonus tambahan. Apa itu? Perbaikan nasib dan rezeki. Terlebih-lebih lagi jika kita melakukannya dengan setulus hati dan sepenuh hati.
Siapa yang sanggup membantah kebaikan di balik Ramadhan? Saya harap Anda sependapat dengan saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik
Simak tulisan ini baik-baik.
Akankah nasib dan rezeki kita membaik, sekiranya kita melakukan hal-hal berikut ini selama 21 hari? Sebelum dijawab, perhatikan dulu poin-poin di bawah ini:
- Anda menyenangkan hati orangtua dengan perhatian, kunjungan, dan bingkisan (oleh-oleh). Intinya Anda berusaha berbakti dengan sebaik-baik bakti.
- Anda berbagi, yang berbalas ratusan kali lipat, lalu dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Kepada keluarga, juga kepada sesama. Intinya Anda bersedekah dengan sebaik-baik sedekah.
- Anda menyambung tali silaturahim, meminta maaf, dan memberi maaf. Bahkan kepada orang-orang yang jarang Anda kontak selama berbulan-bulan. Intinya Anda bersilaturahim dengan sebaik-baik silaturahim.
Saya ulang pertanyaan saya, akankah nasib dan rezeki Anda membaik sekiranya Anda melakukan hal-hal tersebut di atas selama 21 hari? Insya Allah, pasti. Ya, p-a-s-t-i.
Nah, itulah salah satu rahasia #Ramadhan. Bukankah itu semua yang Anda lakukan selama Ramadhan? Ini nggak mengada-ngada. Coba Anda ingat-ingat kembali, bukankah itu semua yang Anda lakukan selama ini?
- Anda mudik, atau setidaknya menghubungi orangtua dengan kualitas hubungan yang jauh lebih baik. Transfer juga, dengan kuantitas yang lebih baik. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?
- Anda bersedekah dan, karena fadilah Ramadhan, dilipatgandakan lagi puluhan kali lipat. Lalu Anda membayar zakat harta dan zakat fitrah. Terus Anda menyiapkan bukaan puasa. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?
- Anda menghubungi bahkan mengunjungi kerabat dan sahabat, untuk silaturahim dan bermaaf-maafan. Ikatan batin pun menguat lantaran Anda buka puasa bareng dan taraweh bareng. Bagaimana mungkin itu nggak berdampak?
Malah, ini semua terjadi bukan saja 21 hari, melainkan 30 hari. Kurang-lebih seperti itu. Kalau hari biasa saja berdampak, APALAGI Ramadhan. APALAGI Anda melakukan itu semua sambil berpuasa. Nggak diragukan lagi, berlapis-lapis dampaknya!
Tulisan ini adalah 'goodness in practice'. Mungkin Anda terpikir untuk men-share tulisan ini kepada keluarga Anda dan teman-teman Anda, karena Anda ingin mereka lebih bersemangat dalam mengisi Ramadhan. Silakan saja. Niscaya dampaknya akan bertambah lagi dan lagi. Berkah? Pahala? Niscaya akan turut serta.
Yang saya yakini, Ramadhan bukan saja momentum untuk perbaikan iman dan akhlak. Namun menyimpan bonus tambahan. Apa itu? Perbaikan nasib dan rezeki. Terlebih-lebih lagi jika kita melakukannya dengan setulus hati dan sepenuh hati.
Siapa yang sanggup membantah kebaikan di balik Ramadhan? Saya harap Anda sependapat dengan saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik
Minggu, 20 Mei 2018
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator untuk Perusahaan
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator untuk Perusahaan
Hindari penundaan.
"Sesiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaan maka tidak akan dipercepat rezekinya," pesan Nabi Muhammad yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Maka, lakukan segala sesuatu dengan segera. Ya, segera. Bahkan ketika satu tugas sudah selesai, maka kerjakan tugas lain dengan segera. Jangan menunda. Demikianlah seruan Yang Maha Kuasa.
Menariknya, begitu kita menyelesaikan tugas yang penting, sebenarnya otak kita melepaskan hormon beta-endorphin. Hormon ini adalah remedi alami untuk kebahagiaan.
Dan hati-hati. Penundaan akan menggerus good mood. Penundaan akan mengundang kegagalan. Penundaan akan memantik masalah demi masalah.
Pesan guru saya, "Kalau kita suka menunda-nunda kerja, yang terjadi BUKANLAH #penundaan hasil. Yang terjadi adalah kegagalan." Kenapa?
Lanjut guru saya, "Saat kita menunda, maka mood akan terganggu. Begitu mood terganggu, semua hal akan terganggu. Dan terjadilah #kegagalan!"
Ya, penundaan dekat sekali dengan kegagalan. Saran saya, "Selagi itu legal dan halal, ya sudah, lakukan saja. Jangan ditunda." Coba perhatikan kebiasaan orang-orang sukses. Mereka tidak suka menunda pekerjaan.
Gimana dengan Anda? Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator untuk Perusahaan
Hindari penundaan.
"Sesiapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaan maka tidak akan dipercepat rezekinya," pesan Nabi Muhammad yang kemudian diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Maka, lakukan segala sesuatu dengan segera. Ya, segera. Bahkan ketika satu tugas sudah selesai, maka kerjakan tugas lain dengan segera. Jangan menunda. Demikianlah seruan Yang Maha Kuasa.
Menariknya, begitu kita menyelesaikan tugas yang penting, sebenarnya otak kita melepaskan hormon beta-endorphin. Hormon ini adalah remedi alami untuk kebahagiaan.
Dan hati-hati. Penundaan akan menggerus good mood. Penundaan akan mengundang kegagalan. Penundaan akan memantik masalah demi masalah.
Pesan guru saya, "Kalau kita suka menunda-nunda kerja, yang terjadi BUKANLAH #penundaan hasil. Yang terjadi adalah kegagalan." Kenapa?
Lanjut guru saya, "Saat kita menunda, maka mood akan terganggu. Begitu mood terganggu, semua hal akan terganggu. Dan terjadilah #kegagalan!"
Ya, penundaan dekat sekali dengan kegagalan. Saran saya, "Selagi itu legal dan halal, ya sudah, lakukan saja. Jangan ditunda." Coba perhatikan kebiasaan orang-orang sukses. Mereka tidak suka menunda pekerjaan.
Gimana dengan Anda? Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator untuk Perusahaan
Jumat, 18 Mei 2018
Motivator Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan
Motivator Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan
Bukber adalah budaya kita. Baikkah?
Begini. Bukber adalah momentum untuk silaturahim. Itu yang sebenarnya. Betul apa betul? Kita sama-sama tahu, silaturahim itu memudahkan rezeki. Apalagi kalau diamalkan di bulan terbaik, Ramadhan.
29 Mei, insya Allah saya akan bukber sama mitra-mitra di British Propolis. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Bukan sekadar bukber, mereka juga mengikuti training bersama saya, Nasrullah, dan Ahmad Gozali.
Kembali soal bukber. Guru saya pernah mengingatkan, "Bukber jangan sampai melalaikan sholat. Makan enak itu penting. Sholat dengan nyaman (nggak kekenyangan) jauh lebih penting." Saya pun mengangguk mengiyakan.
(Tulisan-tulisan seperti ini sering saya share ini Telegram. Mari install Telegram dan beralih ke channel @ipphoright di Telegram)
Ya, bukber adalah budaya kita. Insya Allah ada bagusnya juga. Sangat bagus. Saran saya, jangan biarkan ini berlalu begitu saja. Di bulan terbaik ini, cobalah mengemasnya lebih baik lagi. Penuh berkah insya Allah.
Motivator Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan
Bukber adalah budaya kita. Baikkah?
Begini. Bukber adalah momentum untuk silaturahim. Itu yang sebenarnya. Betul apa betul? Kita sama-sama tahu, silaturahim itu memudahkan rezeki. Apalagi kalau diamalkan di bulan terbaik, Ramadhan.
29 Mei, insya Allah saya akan bukber sama mitra-mitra di British Propolis. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Bukan sekadar bukber, mereka juga mengikuti training bersama saya, Nasrullah, dan Ahmad Gozali.
Kembali soal bukber. Guru saya pernah mengingatkan, "Bukber jangan sampai melalaikan sholat. Makan enak itu penting. Sholat dengan nyaman (nggak kekenyangan) jauh lebih penting." Saya pun mengangguk mengiyakan.
(Tulisan-tulisan seperti ini sering saya share ini Telegram. Mari install Telegram dan beralih ke channel @ipphoright di Telegram)
Ya, bukber adalah budaya kita. Insya Allah ada bagusnya juga. Sangat bagus. Saran saya, jangan biarkan ini berlalu begitu saja. Di bulan terbaik ini, cobalah mengemasnya lebih baik lagi. Penuh berkah insya Allah.
Motivator Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator untuk Perusahaan
Rabu, 16 Mei 2018
Motivator Terbaik, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia
Motivator Terbaik,Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia
Berapa umur Anda sekarang?
Bulan Mei ini, #PakJK alias Bapak Jusuf Kalla genap berusia 76 tahun. Alhamdulillah, beliau tetap sehat dan segar. Menariknya, hari itu saya dkk sarapan bareng RI-2 dan Nouman Ali Khan.
Saya sempat nanya-nanya sama Pak JK, apa tips sehat dari beliau. Beliau pun berkenan menjawab. Ternyata adanya rasa ikhlas dan rasa enjoy dalam mengerjakan sesuatu.
Di suatu kesempatan, beliau pernah ditanya, "Bapak nggak pernah capek?" Beliau malah balik bertanya, "Apa itu capek?" Masya Allah. Rupanya beliau nggak kenal istilah capek.
Terima kasih tips-nya Pak JK. Semoga sehat-sehat selalu. Dan segala kesibukan jadi ibadah.
Di negeri jiran, Mahathir Mohamad alias Dr M kembali memimpin Malaysia di usia 90-an. Jadilah beliau perdana menteri tertua di dunia, di usia 93 tahun. Menariknya, fisiknya sangat sehat dan segar
Begitulah. Umur bukan penghalang. Sama sekali bukan penghalang. Dulu, Usman bin Affan dilantik menjadi khalifah di usia 70 tahun. Saat ini, BJ Habibie masih aktif dengan R80-nya di usia 81 tahun.
Inilah TTM alias Tua Tapi Menginspirasi. So, jangan lagi kita mengeluh soal umur, "Saya sudah tua. Saya sudah pensiun. Saya masih muda. Saya belum pengalaman." Selagi ada kemauan, sebenarnya di situ ada kesempatan.
Mudah-mudahan kita semua bisa meniru spirit beliau-beliau. Aamiin. Share ya.
(Silakan bergabung ke channel @ipphoright di Telegram)
Motivator Terbaik,Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia
Berapa umur Anda sekarang?
Bulan Mei ini, #PakJK alias Bapak Jusuf Kalla genap berusia 76 tahun. Alhamdulillah, beliau tetap sehat dan segar. Menariknya, hari itu saya dkk sarapan bareng RI-2 dan Nouman Ali Khan.
Saya sempat nanya-nanya sama Pak JK, apa tips sehat dari beliau. Beliau pun berkenan menjawab. Ternyata adanya rasa ikhlas dan rasa enjoy dalam mengerjakan sesuatu.
Di suatu kesempatan, beliau pernah ditanya, "Bapak nggak pernah capek?" Beliau malah balik bertanya, "Apa itu capek?" Masya Allah. Rupanya beliau nggak kenal istilah capek.
Terima kasih tips-nya Pak JK. Semoga sehat-sehat selalu. Dan segala kesibukan jadi ibadah.
Di negeri jiran, Mahathir Mohamad alias Dr M kembali memimpin Malaysia di usia 90-an. Jadilah beliau perdana menteri tertua di dunia, di usia 93 tahun. Menariknya, fisiknya sangat sehat dan segar
Begitulah. Umur bukan penghalang. Sama sekali bukan penghalang. Dulu, Usman bin Affan dilantik menjadi khalifah di usia 70 tahun. Saat ini, BJ Habibie masih aktif dengan R80-nya di usia 81 tahun.
Inilah TTM alias Tua Tapi Menginspirasi. So, jangan lagi kita mengeluh soal umur, "Saya sudah tua. Saya sudah pensiun. Saya masih muda. Saya belum pengalaman." Selagi ada kemauan, sebenarnya di situ ada kesempatan.
Mudah-mudahan kita semua bisa meniru spirit beliau-beliau. Aamiin. Share ya.
(Silakan bergabung ke channel @ipphoright di Telegram)
Motivator Terbaik,Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia
Selasa, 15 Mei 2018
Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia
Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia
#Bisnis kalau berharap serba instan, pasti ujung-ujungnya kecewa. Saat terjun di bisnis, bersiaplah menjadi pejuang. Siap dalam segala hal.
#Bisnis itu perlu proses. Perlu kesabaran. Perlu daya tahan... Jangan berharap serba instan...
#Bisnis itu bagaikan perjuangan. Bukan pekerjaan setahun atau dua tahun...
Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia
#Bisnis kalau berharap serba instan, pasti ujung-ujungnya kecewa. Saat terjun di bisnis, bersiaplah menjadi pejuang. Siap dalam segala hal.
#Bisnis itu perlu proses. Perlu kesabaran. Perlu daya tahan... Jangan berharap serba instan...
#Bisnis itu bagaikan perjuangan. Bukan pekerjaan setahun atau dua tahun...
Motivator untuk Perusahaan, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia
Senin, 14 Mei 2018
Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Terbaik
Motivator Perusahaan, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Terbaik
POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly
Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.
Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."
Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.
Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!
Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?
Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Motivator Perusahaan, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Terbaik
POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly
Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.
Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."
Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.
Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!
Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?
Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Motivator Perusahaan, Motivator untuk Perusahaan, Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Indonesia Terbaik
Langganan:
Postingan (Atom)
PETUALANGAN EPIK DARI JAKARTA KE SURGA DUNIA, RAJA AMPAT!
Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Indonesia. Raja Ampat selalu menjadi destinasi impian para pecinta alam dan petualang. Keindaha...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Pilihan Ramadhan adalah massive training terbesar dan terlama di d...
-
Motivator Perusahaan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di ...
-
Motivator Indonesia IPPHO SANTOSA, 10 Motivator Terbaik, Motivator Perusahaan Miskin perlu bersabar. Kaya? Juga Perlu Bersabar. Karena...



